Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Mungkin tak sedikit dari Anda yang membaca artikel ini, yang telah mengagendakan perjalanan mudik menggunakan kendaraan, khususnya mobil. Sebagai salah satu persiapan yang wajib dilakukan, Penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri kelelahan saat mengemudi, sehingga dapat lekas beristirahat dan menekan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Meskipun terlihat hanya duduk dibalik kemudi, namun setiap orang yang pernah mengemudi jarak jauh paham benar betapa besar beban fisik yang dirasakan tubuh. Rasa lelah sering melanda di tengah perjalanan, dan dapat menurunkan konsentrasi yang dimiliki.
Hasilnya adalah aktivitas berkendara yang tidak fokus, dan dapat meningkatkan risiko keselamatan di jalan untuk Anda dan seluruh penumpang. Ini mengapa, penting untuk mengenali ciri-ciri kelelahan mengemudi, dan istirahat tepat waktu sebelum terlambat.
Baca juga: 7 Cara Efektif Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Solo Backpacker
Kelelahan saat mengemudi sering disebut dengan istilah fatigue driving. Kondisi ini muncul karena terjadinya penurunan kesadaran, konsentrasi, dan reaksi fisik akibat rasa kantuk berat yang dirasakan oleh pengemudi.
Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa mengemudi dalam kondisi lelah dapat sama berbahayanya dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Penyebabnya dapat berasal dari berbagai hal, dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga 20 kali lipat.
Ciri-ciri fatigue driving atau kelelahan mengemudi bisa dikenali dari hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana dan dirasakan langsung saat Anda berkendara. Beberapa ciri dan tanda awalnya adalah sebagai berikut.
Tanda pertama adalah mata terasa sangat berat untuk tetap terbuka dan sering menguap. Kondisi ini muncul karena tubuh mulai kelelahan setelah berkendara dalam waktu lama. Hal ini muncul karena asupan oksigen yang kurang, ditambah dengan otot yang mulai kaku karena berada dalam posisi berkendara yang terlalu lama.
Jika mata sudah terlalu berat untuk dibuka dan terasa lengket, ada baiknya Anda segera menepi atau beristirahat.
Cara berkendara yang mulai kacau juga jadi salah satu tanda menurunnya konsentrasi. Akselerasi yang terlalu mendadak, pengereman yang tidak stabil, atau cara mendahului yang kasar dan tidak seperti biasanya jadi tanda berikutnya Anda mulai kelelahan.
Ciri-ciri kelelahan mengemudi ini juga bisa dirasakan oleh anggota keluarga atau rekan berkendara yang biasa menemani Anda.
Ketika Anda berkendara dan kepala sulit ditegakkan, ciri-ciri kelelahan sudah mulai sangat tampak. Bahkan tanpa disadari mungkin Anda mengalami microsleep, tidur dan kehilangan kesadaran dalam sepersekian detik.
Jelas, hal ini meningkatkan risiko kecelakaan karena ada momen Anda benar-benar terlelap dan respon tubuh berhenti meski hanya beberapa detik saja.
Sebenarnya ketika Anda mengalami tiga ciri-ciri kelelahan mengemudi ini, Anda sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Jika ingin tetap melanjutkan perjalanan, sangat direkomendasikan untuk bergantian dengan orang lain di posisi pengemudi, sehingga tubuh Anda dapat memperoleh waktu rehat yang diperlukan.
Baca juga: Deteksi Blind Spot Kendaraan Anda dan Pahami Bahayanya!
Ketika kelelahan melanda, praktis kebutuhan untuk berkendara dengan ideal akan terganggu. Kondisi fisik secara signifikan mengalami penurunan, baik dari segi refleks, kesadaran akan kondisi sekitar, dan kemampuan mata mengenali objek yang ada di bagian depan dan kaca spion mobil.
Hasilnya adalah koordinasi yang menurun drastis dan konsentrasi yang bisa saja menghilang. Jika dipaksakan untuk tetap berkendara, dampak paling buruk adalah ancaman keselamatan yang harus ditanggung oleh Anda sebagai pengemudi dan semua orang yang ada di dalam mobil.
Penting untuk menyadari hal ini, sehingga Anda mengetahui betapa pentingnya mengambil waktu istirahat saat ciri-ciri kelelahan mengemudi muncul dan mulai tak tertahankan. Beberapa hal juga turut meningkatkan risiko munculnya kondisi ini.
Secara alami tubuh selalu memberikan tanda yang cukup jelas ketika memerlukan waktu istirahat. Metabolisme yang berjalan demikian canggih, sehingga ketika kondisinya tidak optimal tubuh Anda akan memberikan ‘aba-aba’ yang muncul dalam berbagai bentuk.
Bentuk paling sederhana adalah ketika mata terasa berat dan kantuk terasa tidak tertahankan. Kondisi ini jadi batas aman yang bisa Anda gunakan sebagai acuan untuk mencari rest area guna beristirahat, atau bergantian dengan pengemudi lainnya.
Tanda kedua, adalah konsentrasi yang menurun dan sulit fokus pada jalanan. Mata biasanya akan melihat bagian depan jalanan saat berkendara, dan memperhatikan kondisi yang dihadapi. Ketika pandangan mulai tidak fokus, maka tubuh Anda memberikan aba-aba untuk beristirahat.
Kemudian reaksi pada kondisi yang dihadapi dengan lebih lambat. Hal ini tampak pada injakan rem yang lebih mendadak dan tajam, belokan setir yang terasa mengagetkan, dan keterkejutan pada hal yang sebenarnya cukup tampak dan bisa diamati.
Selanjutnya tanda aman terakhir yang bisa dicermati adalah mulai munculnya rasa kaku pada otot leher dan punggung. Ketika tanda-tanda ini muncul, maka saatnya Anda berhenti sejenak dan beristirahat untuk melemaskan tubuh dan mengembalikan kesadaran secara penuh.
Mempersiapkan mobil dalam kondisi prima harus pula diimbangi dengan mempersiapkan tubuh dalam kondisi yang ideal. Dengan demikian Anda bisa berkendara jarak jauh tanpa harus mengalami ciri-ciri kelelahan mengemudi.
Dari banyak sumber disampaikan bahwa waktu ideal berkendara jarak jauh ada pada 4 jam berturut-turut pada kondisi tubuh yang sehat. Kemudian Anda dianjurkan beristirahat setidaknya 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan.
Untuk waktu berkendara sendiri, idealnya ada pada 8 hingga 10 jam per hari secara total. Hal ini berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, yang mengimbau pengemudi sebaiknya tidak mengemudi lebih dari 8 jam per hari.
Berkendara dengan konsentrasi penuh akan memberikan waktu perjalanan yang lebih nyaman dan aman. Melengkapi diri dengan asuransi jelas jadi hal yang tidak boleh dilewatkan, bersamaan dengan perlindungan pada mobil yang Anda miliki.
Asuransi Kendaraan yang andal juga diperlukan sehingga dapat menjadi ‘jaring pengaman’ ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena banyak faktor, termasuk fatigue driving yang dialami.
Baca juga: Tips Sederhana Parkir Mobil untuk Pemula yang Aman dan Benar
AXA Insurance Indonesia menyadari benar betapa pentingnya perlindungan untuk keluarga dan kendaraan. Sementara asuransi diri bisa didapatkan pada salah satu produk AXA Insurance Indonesia, Anda dapat pula menggunakan Asuransi SmartDrive untuk memberikan perlindungan pada kendaraan yang Anda kendarai.
Setelah mengenali ciri-ciri kelelahan mengemudi di atas, rasanya ideal jika Anda memberikan perlindungan maksimal pada diri dan keluarga, serta kendaraan yang Anda gunakan. Risiko yang ada terus mengintai dan siap muncul kapan saja jika Anda mengabaikan ciri-ciri tersebut, sehingga perlindungan yang tepat dari AXA Insurance Indonesia akan jadi opsi masuk akal untuk digunakan.
Segera dapatkan produk Asuransi SmartDrive untuk perlindungan pada mobil selama di perjalanan dan saat di kampung halaman, dan persiapkan diri sebaik mungkin sebelum melakukan perjalanan jauh demi keselamatan bersama!
Referensi: