Kecelakaan Mobil: Penyebab, Jenis, Dampak, dan 13 Cara Mengurangi Risikonya

Berkendara dengan hati-hati dan sesuai aturan jelas jadi hal mendasar untuk semua orang. Tapi, risiko kecelakaan mobil selalu ada, dan wajib disadari sejak saat sebelum Anda berada di balik kemudi. Secara umum, pemahaman tentang kecelakaan mobil bisa mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau biasa dikenal dengan UU LLAJ.

Dalam aturan tersebut, kecelakaan mobil didefinisikan sebagai suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Jadi selama memenuhi kriteria tersebut, sebuah kejadian bisa saja disebut sebagai kecelakaan mobil.

Memetakan Apa Saja Penyebabnya

Melihat data yang dimiliki oleh Korps Lalu Lintas Polri, sepanjang periode Januari 2022 hingga September 2022, tercatat ada 94,617 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Jumlah ini mengalami peningkatan lebih dari 1/3 jika dibandingkan di tahun 2021 untuk periode yang sama. Kecelakaan tidak terjadi dengan sendirinya, tapi bisa dipicu oleh beberapa faktor dan penyebab.

1. Faktor Manusia

Faktor manusia akan meliputi perilaku di jalan raya, keterampilan mengemudi, kondisi fisik, serta kondisi mental pengemudi saat mengendarai mobil.

Risiko kecelakaan meningkat ketika pengemudi ada di keadaan mabuk, mengantuk, stres, melakukan pelanggaran rambu lalu lintas, menggunakan ponsel, hingga tidak menggunakan sabuk pengaman.

2. Faktor Kendaraan

Faktor kendaraan jadi penyebab meningkatnya risiko kecelakaan berikutnya. Faktor teknis ini bisa meliputi rem yang tidak berfungsi, ban yang sudah botak, lampu yang mati, mesin bermasalah, dan sebagainya.

Pada dasarnya, kondisi kendaraan yang tidak prima bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan yang mengancam keselamatan.

3. Faktor Jalan

Faktor ketiga adalah faktor jalan. Faktor ini akan mencakup desain jalanan, konstruksi, pemeliharaan oleh pihak berwajib, dan operasional jalanan secara umum yang berpengaruh pada kondisinya.

Kondisi jalan yang bisa memicu kecelakaan misalnya jalanan licin, berlubang dalam, rusak, kurang lalu marka jalan, sempit, berkelok, berbukit, dan sebagainya.

4. Faktor Lingkungan

Terakhir adalah faktor lingkungan. Kecelakaan bisa terjadi ketika kondisi alam dan sosial sekitar jalan raya memiliki risiko tinggi, sehingga memungkinkan hal buruk terjadi.

Misalnya saja cuaca yang buruk, kebisingan, polusi, keramaian, hewan melintas, pekerjaan jalan, hingga area pemukiman yang banyak anak-anak.

Dari keempat penyebab kecelakaan tersebut, menurut data di tahun 2025, faktor manusia masih menjadi hal utama yang memicu sebagian besar kejadian kecelakaan mobil yang ada.

Angkanya bahkan tidak main-main, sekitar 60% hingga 80% kecelakaan yang terjadi dipicu oleh human error.

Waspada pada Jenis Kecelakaan Mobil yang Paling Sering Terjadi

Jenis kecelakaan mobil kemudian akan bergantung pada kendaraan yang terlibat, dan posisi benturan yang dialami.

Cukup banyak jenisnya, namun berdasarkan data yang dirilis Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri, urutan jenis kecelakaan paling banyak yang terjadi di tahun 2022 adalah sebagai berikut:

  • Adu banteng, kecelakaan antara bagian depan satu mobil dengan bagian depan mobil lain, dengan catatan hingga lebih dari 13,700 kejadian sepanjang semester pertama 2022
  • Tabrakan bagian depan mobil dengan bagian belakang mobil lain, masih ada di angka 13,700-an, menduduki posisi kedua
  • Kecelakaan tunggal, ada di urutan ketiga dengan total kasus sebanyak 12,500-an atau sekitar 19,88% dari total kejadian di periode tersebut
  • Kecelakaan dengan melibatkan benturan langsung dengan manusia ada di posisi berikutnya dengan total sekitar 7,100-an kasus
  • Tentu korban yang jatuh tidak bisa dikatakan sedikit, baik dari segi korban jiwa, luka-luka, hingga kerugian materiil karena kerusakan yang muncul.

Ini kenapa, kesadaran pada tingginya risiko kecelakaan mobil di jalan raya harus disadari, bukan untuk menakut-nakuti, namun justru menjadi hal yang meningkatkan kesadaran agar semua pengendara lebih berhati-hati.

Dampak dari Kecelakaan Mobil: Risiko Keselamatan dan Kerugian Materiil

Ketika kecelakaan mobil terjadi, ada dua hal utama yang akan menjadi dampaknya: keselamatan diri sendiri serta penumpang, dan kerusakan yang muncul pada mobil.

Cedera dan Risiko Keselamatan Manusia

Penggunaan sabuk pengaman jelas akan sangat membantu mengurangi risiko cedera yang mungkin muncul. Namun hal ini tidak kemudian menihilkan ancaman keselamatan.

Mobil, pada dasarnya memiliki serangkaian fitur keselamatan. Beberapa mobil baru juga telah memiliki airbag di berbagai sisi, guna mengurangi benturan dengan benda keras saat crash terjadi.

Beberapa risiko keselamatan yang mungkin muncul antara lain adalah sebagai berikut:

  • Cedera otak traumatis, diakibatkan oleh guncangan atau hantaman benda keras di kepala sehingga mempengaruhi sel otak seseorang untuk sementara waktu.
  • Cedera leher, hentakan yang terjadi bisa memicu ketegangan pada leher atau umum disebut whiplash. Cederan ini bisa terjadi karena peregangan serta robekan pada otot dan tendon di leher saat kecelakaan.
  • Luka goresan, biasanya dipicu akibat benda yang ada di dalam mobil, baik benda tumpul atau benda tajam. Ada kemungkinan goresan terjadi karena benda dari luar mobil masuk ketika benturan terjadi.
  • Cedera dada, cedera ini juga termasuk kondisi tulang dada, otot, paru-paru, dan bagian tubuh lain yang ada di sekitar tulang rusuk. Cedera ringan hingga berat bisa terjadi, seperti nyeri dada hingga patah tulang atau trauma dalam tubuh.
  • Post-traumatic stress disorder, atau biasa disebut dengan singkatan PTSD, adalah kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh kejadian mengerikan yang mengancam jiwa. Hal ini berwujud trauma.
  • Cedera berat hingga kematian, cedera berat bisa terjadi seperti misalnya patah tulang atau kehilangan anggota tubuh, hingga kehilangan nyawa. Risiko ini meningkat ketika fitur keselamatan di dalam mobil tidak digunakan dan kecelakaan terjadi dalam kecepatan tinggi atau sangat parah.

Kerusakan yang Terjadi Pasca Kecelakaan

Pasca kecelakaan mobil terjadi, kerusakan pada kendaraan juga akan muncul. Kerusakan ini tidak sekedar yang tampak secara langsung, seperti baret, kaca pecah, bodi yang ringsek, atau kerusakan mesin, namun juga kerusakan jauh setelah crash terjadi.

Beberapa kerusakan yang paling umum terjadi pasca kecelakaan antara lain:

  • Terdapat karat pada mobil karena lapisan anti karat terkelupas
  • Bodi mobil yang ringsek
  • Pilar dan panel mobil menjadi tidak simetris
  • Sambungan dan celah antara bodi dan bumper rusak
  • Rangka dan sasis yang miring
  • Kaca mobil yang pecah
  • Kaki-kaki yang menjadi tidak simetris
  • Kerusakan mesin berat hingga tidak bisa diperbaiki

Lalu Bagaimana Cara Mengurangi Risikonya?

Risiko yang dipaparkan di atas bisa dikurangi tingkat keparahannya dengan langkah sederhana. Langkah ini cukup banyak dan tidak sulit dilakukan, sehingga semua orang bisa mempraktekannya.

1. Patuhi Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas dibuat sedemikian rupa untuk membantu pengguna jalan raya untuk mengetahui risiko yang ada di jalan tersebut. Dengan memahaminya, Anda bisa mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan.

2. Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman jadi salah satu alat keselamatan dasar yang ada di setiap mobil. Sabuk ini ditempatkan di setiap tempat duduk, dan berfungsi untuk menahan seseorang agar tidak mengalami benturan atau berpindah posisi.

3. Jaga Jarak Aman

Jarak aman dengang kendaraan di depan dan belakangan Anda jadi cara mengurangi risiko kecelakaan mobil berikutnya. Jarak aman ini akan memberikan waktu yang diperlukan guna mengurangi kecepatan dan berhenti.

4. Hindari Penggunaan Ponsel saat Berkendara

Menggunakan smartphone saat berkendara sangat tidak disarankan, karena mengurangi fokus pada kondisi jalanan. Pada kecepatan tertentu, kehilangan fokus beberapa detik akan meningkatkan risiko crash secara signifikan.

5. Periksa Kondisi Kendaraan

Risiko terjadinya kecelakaan juga meningkat ketika fungsi mobil tidak optimal. Fungsi dasar seperti persneling, rem dan gas, roda kemudi, spion, pengapian, dan lainnya, harus dipastikan dalam keadaan baik setiap saat guna mengurangi risiko teknis.

6. Berkendara dengan Kecepatan Normal

Tidak sedikit kecelakaan fatal yang terjadi karena seseorang berkendara pada kecepatan tinggi. Hal ini bisa dikurangi dengan berkendara sesuai kecepatan yang direkomendasikan. Meski jalanan sepi, tetap usahakan tidak melebihi kecepatan wajar.

7. Waspadai Kondisi Jalan dan Cuaca

Fokus pada kondisi jalan dan cuaca jadi poin berikutnya. Fokus pada kondisi jalan dan cuaca bisa membantu memetakan risiko yang ada, seperti misalnya jalanan licin, aspal terlalu panas, dan sejenisnya.

8. Tidak Berkendara di Kondisi Lelah atau Di Bawah Pengaruh Alkohol

Kondisi fisik yang lelah atau dibawah pengaruh alkohol juga bisa memicu terjadinya kecelakaan. Respon yang melambat, fokus yang hilang, hingga rasa kantuk yang bisa menghilangkan konsentrasi, semua variabel ini bisa memicu terjadinya kecelakaan.

9. Lampu Kendaraan yang Tepat

Lampu kendaraan memiliki fungsi mendasar untuk meningkatkan visibilitas di jalan raya. Baik untuk pengemudi mobil atau untuk pengemudi lain, lampu yang berfungsi optimal bisa mengurangi risiko kecelakaan.

10. Keterampilan Mengemudi Defensif

Yang dimaksud keterampilan mengemudi defensif bisa dipelajari sehingga Anda selalu waspada pada perilaku pengemudi lain yang mungkin tidak aman.

Kemampuan ini bisa diasah, sehingga Anda memiliki respon lebih cepat dan kemampuan observasi yang jauh lebih baik untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

11. Sinyal dengan Jelas

Memberikan sinyal secara tepat dan benar jadi cara efektif untuk mengurangi risiko terjadinya crash. Sinyal yang tepat bisa mengisyaratkan pada pengemudi lain tentang apa yang Anda alami atau akan Anda lakukan sehingga bisa diantisipasi dengan baik.

12. Maksimalkan Sistem Keselamatan Kendaraan

Fitur keselamatan yang ada di mobil juga sebaiknya dimaksimalkan. Fitur ini, terutama pada mobil modern, sudah sangat lengkap dengan bantuan sensor canggih yang secara otomatis merespon kondisi darurat yang dihadapi. Jadi pastikan kenali dengan baik dan manfaatkan fiturnya.

13. Pastikan Punya Asuransi Kendaraan yang Andal

Asuransi kendaraan bisa memberikan proteksi yang diperlukan pada kerugian lanjutan dari kecelakaan mobil. Tentu, hal ini tidak kemudian membuat Anda kebal pada akibat yang muncul, tapi setidaknya bisa mengurangi kerugian finansial secara signifikan karena crash yang terjadi.

Asuransi Mobil yang Tepat, Kurangi Kerugian Besar yang Mungkin Muncul

Langkah pencegahan kecelakaan mobil bisa benar-benar berdampak optimal jika Anda melakukannya dengan serius.

Langkah sederhana di atas, selama dilakukan dengan cermat, dapat menekan risiko terjadinya kecelakaan dengan sangat signifikan. Untuk memaksimalkan perlindungan yang Anda miliki, asuransi kendaraan yang tepat akan jadi pelengkapnya. Asuransi yang dimaksud seperti Asuransi SmartDrive dari AXA Insurance Indonesia.

 

Produk Asuransi SmartDrive yang ditawarkan AXA Insurance Indonesia menjadi opsi asuransi mobil yang tepat. Produk ini akan memberikan perlindungan pada mobil yang Anda miliki, dengan pertanggungan yang lengkap dan klaim yang mudah.

AXA Insurance Indonesia ingin memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, aman, dan tanpa beban dengan premi yang tetap terjangkau. Lengkap dan memberikan banyak manfaat sekaligus, Anda bisa mengurangi beban finansial kecelakaan mobil dengan Asuransi SmartDrive dari AXA Insurance Indonesia!

 

 

Referensi:

  • https://nicoletlaw.com/blog/common-types-car-accidents/
  • https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/waspadalah-ini-daftar-penyebab-kecelakaan-lalu-lintas-di-jalan-nomor-satu-sering-diabaikan
  • https://www.saibumi.com/artikel-133432-enam-faktor-utama-penyebab-kecelakaan-lalu-lintas-terbanyak-sepeda-motor.html
  • https://www.chubb.com/id-id/articles/personal/4-faktor-utama-penyebab-kecelakaan-lalu-lintas.html
  • https://www.carrilloinjurylaw.com/blog/what-are-most-common-kinds-car-accidents
  • https://www.putnamlieb.com/blog/5-most-common-types-of-auto-accidents/
  • https://oto.detik.com/berita/d-6642694/adu-banteng-jadi-jenis-kecelakaan-lalu-lintas-terbanyak-di-indonesia
  • https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/info-sehat/5-cedera-yang-mungkin-terjadi-akibat-kecelakaan-mobil/
  • https://blog.otoklix.com/efek-setelah-kecelakaan-mobil/
  •  https://www.goodyear-indonesia.com/learn/kurangi-resiko-kecelakaan-dengan-8-cara-ini/
  • https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/cara-menghindari-kecelakaan-lalu-lintas-tips