Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Berkendara dengan hati-hati dan sesuai aturan jelas jadi hal mendasar untuk semua orang. Tapi, risiko kecelakaan mobil selalu ada, dan wajib disadari sejak saat sebelum Anda berada di balik kemudi. Secara umum, pemahaman tentang kecelakaan mobil bisa mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau biasa dikenal dengan UU LLAJ.
Dalam aturan tersebut, kecelakaan mobil didefinisikan sebagai suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Jadi selama memenuhi kriteria tersebut, sebuah kejadian bisa saja disebut sebagai kecelakaan mobil.
Melihat data yang dimiliki oleh Korps Lalu Lintas Polri, sepanjang periode Januari 2022 hingga September 2022, tercatat ada 94,617 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Jumlah ini mengalami peningkatan lebih dari 1/3 jika dibandingkan di tahun 2021 untuk periode yang sama. Kecelakaan tidak terjadi dengan sendirinya, tapi bisa dipicu oleh beberapa faktor dan penyebab.
Faktor manusia akan meliputi perilaku di jalan raya, keterampilan mengemudi, kondisi fisik, serta kondisi mental pengemudi saat mengendarai mobil.
Risiko kecelakaan meningkat ketika pengemudi ada di keadaan mabuk, mengantuk, stres, melakukan pelanggaran rambu lalu lintas, menggunakan ponsel, hingga tidak menggunakan sabuk pengaman.
Faktor kendaraan jadi penyebab meningkatnya risiko kecelakaan berikutnya. Faktor teknis ini bisa meliputi rem yang tidak berfungsi, ban yang sudah botak, lampu yang mati, mesin bermasalah, dan sebagainya.
Pada dasarnya, kondisi kendaraan yang tidak prima bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan yang mengancam keselamatan.
Faktor ketiga adalah faktor jalan. Faktor ini akan mencakup desain jalanan, konstruksi, pemeliharaan oleh pihak berwajib, dan operasional jalanan secara umum yang berpengaruh pada kondisinya.
Kondisi jalan yang bisa memicu kecelakaan misalnya jalanan licin, berlubang dalam, rusak, kurang lalu marka jalan, sempit, berkelok, berbukit, dan sebagainya.
Terakhir adalah faktor lingkungan. Kecelakaan bisa terjadi ketika kondisi alam dan sosial sekitar jalan raya memiliki risiko tinggi, sehingga memungkinkan hal buruk terjadi.
Misalnya saja cuaca yang buruk, kebisingan, polusi, keramaian, hewan melintas, pekerjaan jalan, hingga area pemukiman yang banyak anak-anak.
Dari keempat penyebab kecelakaan tersebut, menurut data di tahun 2025, faktor manusia masih menjadi hal utama yang memicu sebagian besar kejadian kecelakaan mobil yang ada.
Angkanya bahkan tidak main-main, sekitar 60% hingga 80% kecelakaan yang terjadi dipicu oleh human error.
Jenis kecelakaan mobil kemudian akan bergantung pada kendaraan yang terlibat, dan posisi benturan yang dialami.
Cukup banyak jenisnya, namun berdasarkan data yang dirilis Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri, urutan jenis kecelakaan paling banyak yang terjadi di tahun 2022 adalah sebagai berikut:
Ini kenapa, kesadaran pada tingginya risiko kecelakaan mobil di jalan raya harus disadari, bukan untuk menakut-nakuti, namun justru menjadi hal yang meningkatkan kesadaran agar semua pengendara lebih berhati-hati.
Ketika kecelakaan mobil terjadi, ada dua hal utama yang akan menjadi dampaknya: keselamatan diri sendiri serta penumpang, dan kerusakan yang muncul pada mobil.
Penggunaan sabuk pengaman jelas akan sangat membantu mengurangi risiko cedera yang mungkin muncul. Namun hal ini tidak kemudian menihilkan ancaman keselamatan.
Mobil, pada dasarnya memiliki serangkaian fitur keselamatan. Beberapa mobil baru juga telah memiliki airbag di berbagai sisi, guna mengurangi benturan dengan benda keras saat crash terjadi.
Beberapa risiko keselamatan yang mungkin muncul antara lain adalah sebagai berikut:
Pasca kecelakaan mobil terjadi, kerusakan pada kendaraan juga akan muncul. Kerusakan ini tidak sekedar yang tampak secara langsung, seperti baret, kaca pecah, bodi yang ringsek, atau kerusakan mesin, namun juga kerusakan jauh setelah crash terjadi.
Beberapa kerusakan yang paling umum terjadi pasca kecelakaan antara lain:
Risiko yang dipaparkan di atas bisa dikurangi tingkat keparahannya dengan langkah sederhana. Langkah ini cukup banyak dan tidak sulit dilakukan, sehingga semua orang bisa mempraktekannya.
Rambu lalu lintas dibuat sedemikian rupa untuk membantu pengguna jalan raya untuk mengetahui risiko yang ada di jalan tersebut. Dengan memahaminya, Anda bisa mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan.
Sabuk pengaman jadi salah satu alat keselamatan dasar yang ada di setiap mobil. Sabuk ini ditempatkan di setiap tempat duduk, dan berfungsi untuk menahan seseorang agar tidak mengalami benturan atau berpindah posisi.
Jarak aman dengang kendaraan di depan dan belakangan Anda jadi cara mengurangi risiko kecelakaan mobil berikutnya. Jarak aman ini akan memberikan waktu yang diperlukan guna mengurangi kecepatan dan berhenti.
Menggunakan smartphone saat berkendara sangat tidak disarankan, karena mengurangi fokus pada kondisi jalanan. Pada kecepatan tertentu, kehilangan fokus beberapa detik akan meningkatkan risiko crash secara signifikan.
Risiko terjadinya kecelakaan juga meningkat ketika fungsi mobil tidak optimal. Fungsi dasar seperti persneling, rem dan gas, roda kemudi, spion, pengapian, dan lainnya, harus dipastikan dalam keadaan baik setiap saat guna mengurangi risiko teknis.
Tidak sedikit kecelakaan fatal yang terjadi karena seseorang berkendara pada kecepatan tinggi. Hal ini bisa dikurangi dengan berkendara sesuai kecepatan yang direkomendasikan. Meski jalanan sepi, tetap usahakan tidak melebihi kecepatan wajar.
Fokus pada kondisi jalan dan cuaca jadi poin berikutnya. Fokus pada kondisi jalan dan cuaca bisa membantu memetakan risiko yang ada, seperti misalnya jalanan licin, aspal terlalu panas, dan sejenisnya.
Kondisi fisik yang lelah atau dibawah pengaruh alkohol juga bisa memicu terjadinya kecelakaan. Respon yang melambat, fokus yang hilang, hingga rasa kantuk yang bisa menghilangkan konsentrasi, semua variabel ini bisa memicu terjadinya kecelakaan.
Lampu kendaraan memiliki fungsi mendasar untuk meningkatkan visibilitas di jalan raya. Baik untuk pengemudi mobil atau untuk pengemudi lain, lampu yang berfungsi optimal bisa mengurangi risiko kecelakaan.
Yang dimaksud keterampilan mengemudi defensif bisa dipelajari sehingga Anda selalu waspada pada perilaku pengemudi lain yang mungkin tidak aman.
Kemampuan ini bisa diasah, sehingga Anda memiliki respon lebih cepat dan kemampuan observasi yang jauh lebih baik untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
Memberikan sinyal secara tepat dan benar jadi cara efektif untuk mengurangi risiko terjadinya crash. Sinyal yang tepat bisa mengisyaratkan pada pengemudi lain tentang apa yang Anda alami atau akan Anda lakukan sehingga bisa diantisipasi dengan baik.
Fitur keselamatan yang ada di mobil juga sebaiknya dimaksimalkan. Fitur ini, terutama pada mobil modern, sudah sangat lengkap dengan bantuan sensor canggih yang secara otomatis merespon kondisi darurat yang dihadapi. Jadi pastikan kenali dengan baik dan manfaatkan fiturnya.
Asuransi kendaraan bisa memberikan proteksi yang diperlukan pada kerugian lanjutan dari kecelakaan mobil. Tentu, hal ini tidak kemudian membuat Anda kebal pada akibat yang muncul, tapi setidaknya bisa mengurangi kerugian finansial secara signifikan karena crash yang terjadi.
Langkah pencegahan kecelakaan mobil bisa benar-benar berdampak optimal jika Anda melakukannya dengan serius.
Langkah sederhana di atas, selama dilakukan dengan cermat, dapat menekan risiko terjadinya kecelakaan dengan sangat signifikan. Untuk memaksimalkan perlindungan yang Anda miliki, asuransi kendaraan yang tepat akan jadi pelengkapnya. Asuransi yang dimaksud seperti Asuransi SmartDrive dari AXA Insurance Indonesia.
Produk Asuransi SmartDrive yang ditawarkan AXA Insurance Indonesia menjadi opsi asuransi mobil yang tepat. Produk ini akan memberikan perlindungan pada mobil yang Anda miliki, dengan pertanggungan yang lengkap dan klaim yang mudah.
AXA Insurance Indonesia ingin memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, aman, dan tanpa beban dengan premi yang tetap terjangkau. Lengkap dan memberikan banyak manfaat sekaligus, Anda bisa mengurangi beban finansial kecelakaan mobil dengan Asuransi SmartDrive dari AXA Insurance Indonesia!
Referensi: