Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Pemahaman pada tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja idealnya dimiliki setiap orang yang ada di area tersebut. Hal ini diperlukan guna menekan terjadinya cedera yang lebih parah ketika kecelakaan benar-benar terjadi.
Penjelasan lebih lanjut mengenai apa saja risiko kecelakaan yang ada di tempat kerja kemudian dapat Anda cermati pada artikel terkait yang disematkan di bagian berikutnya artikel ini. Di artikel ini, fokus akan ditujukan pada apa saja yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada kecelakaan agar tetap aman dan tidak menyalahi SOP dari P3K itu sendiri.
Pada dasarnya, memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di tempat kerja harus tetap berpegang pada prinsip dasar dari pertolongan pertama itu sendiri. Prinsip dasar yang dimaksud adalah:
Dengan tiga prinsip ini, berikut apa yang dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada kecelakaan agar tetap aman dan tidak menyalahi SOP.
Baca juga: Alami Cedera Olahraga? Kenali Jenis & Cara Menanganinya Agar Tetap Aman
Berdasarkan prinsip awal tadi, pastikan Anda bisa menilai kondisi dan situasi tempat terjadinya kecelakaan. Cermati jika masih terdapat risiko keselamatan yang lain atau kecelakaan lanjutan. Jika terlihat aman, Anda dapat melakukan langkah berikutnya.
Datangi korban dan lakukan penilaian secara mendetail. Periksa kesadaran korban kecelakaan kerja, kemudian pernapasan yang dialami, serta denyut nadi yang dimiliki baik di area pergelangan tangan atau di leher.
Jika korban kecelakaan tidak sadarkan diri atau tidak bernapas, lakukan langkah CPR jika Anda memiliki kemampuan ini.
Setelah mencermati kondisi korban, lakukan pertolongan yang tepat. Misalnya, untuk luka ringan, bersihkan dan tutup luka menggunakan perban sterol. Untuk luka bakar, siram dengan air mengalir minimal 15 menit. Untuk korban yang mengalami patah tulang, imobilisasi dengan bidai. Sedangkan untuk korban tidak sadarkan diri, posisikan kepala lebih rendah dari badan dan pastikan sirkulasi udara lancar.
Hubungi tim medis atau rumah sakit terdekat yang bisa menjangkau korban di lokasi kejadian. Hal ini jadi poin penting ketika korban mengalami luka atau cedera yang parah, dan memerlukan bantuan medis profesional sesegera mungkin.
Gunakan daftar kontak darurat yang sudah disiapkan perusahaan, dan segera sampaikan kondisi korban pada tim medis.
Apa yang baru saja terjadi harus didokumentasikan dan dilaporkan pada petugas medis terkait. Laporan bisa mencakup apa yang terjadi dan memicu cedera, cedera apa yang terlihat dan berhasil didokumentasikan, serta pertolongan apa yang telah diberikan sebelum tim medis datang untuk mengambil alih.
Baca juga: Pilates: Kenalan dengan Olahraga Kaum Urban Masa Kini
Pertolongan pertama pada kecelakaan sejatinya dapat dilakukan pada cedera-cedera yang spesifik. Pada kondisi yang sangat parah, Anda tetap direkomendasikan untuk segera menghubungi tim medis profesional sehingga dapat memberikan penanganan yang lebih layak.
Umumnya ada sekitar tujuh kondisi yang bisa diberikan pertolongan pertama untuk mengurangi risiko terjadinya cedera yang lebih parah, antara lain adalah sebagai berikut:
Masing-masing memerlukan pendekatan berbeda dan penanganan yang berbeda. Ini mengapa kemudian penting untuk setiap orang memahami benar apa yang harus dilakukan, atau setidaknya mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika kondisi darurat ini terjadi untuk mengurangi risiko yang ada.
Kota P3K jadi perangkat paling diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Tentu, isinya harus ideal dan dapat digunakan dengan baik dalam memberikan penanganan cepat yang diperlukan.
Isi dari kotak P3K umumnya terdiri atas plester, kasa steril, perban gulung, perban elastis, alkohol swab, kapas, gunting, sarung tangan medis, rivanol, dan povidone iodine. Masing-masing dalam kondisi yang siap digunakan, dan disimpan dengan baik agar mudah diakses setiap saat.
Untuk menyimpannya sendiri, ada empat poin yang harus diperhatikan.
Dengan demikian, setiap peralatan dan obat-obatan yang ada di dalam kotak P3K akan siap digunakan kapan saja untuk menghadapi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di area tempat Anda berada.
Risiko kecelakaan di tempat kerja senantiasa muncul, baik dalam persentase kecil atau besar, tergantung dengan lingkungan kerja dan standar keselamatan yang diberikan. Selain memahami prinsip dasar memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan melengkapi diri dengan perangkat yang diperlukan, Anda juga sebaiknya memiliki Asuransi Kecelakaan Diri yang andal.
Asuransi yang dimaksud idealnya dapat memberikan manfaat pada berbagai risiko yang dialami karena suatu kecelakaan, seperti kecelakaan di tempat kerja. Benefit yang didapatkan akan diperoleh sebagai kompensasi atas kerugian yang Anda alami, sehingga Anda dapat berfokus pada pemulihan diri alih-alih memikirkan biaya pengobatan yang diperlukan.
Baca juga: 5 Potensi Bahaya di Tempat Kerja: Pilih Asuransi untuk Perlindungan Maksimal!
Asuransi Kecelakaan Diri yang dimaksud adalah Asuransi Kecelakaan Diri SmartActive dari AXA Insurance Indonesia. Asuransi ini dapat langsung diperoleh melalui situs resmi tempat Anda membaca artikel ini, atau dengan menghubungi layanan pelanggan kami. Dengan demikian, pemahaman dan pengetahuan pada pertolongan pertama pada kecelakaan akan semakin lengkap dan sempurna, dengan dukungan yang maksimal dari asuransi ketika hal buruk benar-benar terjadi di tempat kerja Anda.
Referensi: