Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Bencana yang terjadi di tempat usaha tidak harus berasal dari alam, tapi juga bisa berasal dari faktor kecerobohan manusia. Misalnya saja pada kejadian tempat bisnis terbakar, jelas hal ini perlu penyikapan yang tepat agar kerugian yang muncul tidak semakin besar.
Banyak hal yang wajib diketahui untuk Anda, pemilik bisnis, sehingga punya kesadaran tinggi pada risiko yang bisa terjadi di tempat kerja.
Tempat bisnis terbakar tidak hanya dilihat dari sisi kerugian finansial, tapi juga risiko keselamatan pegawai dan pelanggan.
Maka dari itu, mari cermati lebih jauh tentang poin penting terkait hal ini, dan cara-cara mendasar yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serta dampaknya, sekaligus langkah membangun bisnis pasca kebakaran agar dapat kembali produktif.
Cukup banyak referensi yang bisa digunakan untuk melihat prosedur darurat saat tempat bisnis terbakar. Namun salah satu yang relatif lengkap disampaikan pada situs resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Cirebon, pada damkar.cirebonkota.go.id.
Kegiatan di tempat bisnis jelas tidak sedikit, dan melibatkan banyak variabel dan manusia. Namun demikian ada beberapa penyebab paling umum yang memicu kebakaran di tempat bisnis.
Kerusakan pada peralatan listrik bisa memicu terjadinya kebakaran. Arus pendek, korsleting listrik, percikan api, hingga alat listrik yang terbakar atau meledak, jadi salah satu pemicu utamanya.
Pemicu tempat bisnis terbakar yang kedua adalah adanya bahan-bahan mudah terbakar atau meledak. Bahan ini termasuk kertas, kardus, kayu, bahan kimia, atau zat lain yang punya sifat mudah meledak atau memicu api.
Pemicu ketiga adalah area kerja yang tidak bersih dan tidak rapi. Jangan salah, hal ini bisa memicu peningkatan suhu, dan gagalnya fungsi alat pendingin sehingga membuat peralatan elektronik menjadi panas dan mudah memicu percikan api atau panas berlebih.
Human error juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Penggunaan mesin yang tidak sesuai prosedur, tidak mengikuti protokol keselamatan dan kesehatan, cairan mudah terbakar yang tumpah, hingga penggunaan peralatan berlebihan, semua bisa memicu kebakaran.
Meski kecil, namun bara api pada rokok yang terkena bahan mudah terbakar bisa memicu api. Dalam waktu singkat, api bisa membesar dan memicu kebakaran hebat.
Baik pada bisnis restoran atau kantor yang memiliki area dapur, kegiatan memasak ini juga harus dilakukan dengan cermat dan sesuai prosedur. Memasak selali melibatkan api atau peralatan yang bekerja pada suhu tinggi. Ketika ceroboh, hal ini bisa memicu kebakaran.
Pada beberapa kejadian, kebakaran juga dipicu oleh kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Pihak ini bisa berasal dari kompetitor yang bersaing dengan tidak sehat, hingga orang-orang yang memiliki niat jahat pada bisnis yang Anda kelola.
Bisnis yang mengalami kebakaran besar jelas akan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Ini mengapa, perlu strategi pemulihan bisnis pasca kebakaran yang tepat. Tentu strategi di bawah ini dapat digunakan sebagai acuan, dengan penyesuaian pada value bisnis yang Anda miliki.
Setelah api padam, pastikan keamanan lokasi. Pada bangunan yang baru saja terbakar ada risiko runtuhan struktur, sisa panas, atau bahkan korsleting listrik.
Pastikan semua aman sebelum masuk ke area dan mulai memetakan kerugian dan kerusakan yang dialami.
Investigasi pada pemicu terjadinya tempat bisnis terbakar jadi salah satu poin penting, untuk tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Hasil investigasi dan evaluasi ini akan membantu Anda mengurangi risiko terjadinya hal serupa di waktu berikutnya.
Audit sistem deteksi, peringatan, dan pemadam kebakaran wajib dilakukan. Jika ketiganya berfungsi dengan baik, seharusnya tidak ada kejadian kebakaran besar yang menghanguskan bangunan dan semua alat kantor Anda.
Berkomunikasi dengan semua pihak termasuk karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan lain wajib dilakukan. Tujuannya agar semua informasi menjadi terang dan setiap pihak terkait mengetahui kondisi sebenarnya.
Berikan kejelasan pada karyawan tentang status kerja dan upah, kemudian pada pelanggan terkait ganti rugi, dan pemangku kepentingan tentang hal yang terkait dengan kondisi bisnis.
Di sini peran Asuransi Bisnis yang andal jadi penting, karena bisa membantu Anda mengurangi jumlah total kerugian yang dialami.
Klaim pada kerugian yang ada kemudian perlu diajukan, sehingga Anda mendapatkan manfaat yang dijanjikan. Pada beberapa asuransi bisnis, terdapat jaminan selama perbaikan toko sehingga income bisnis yang Anda miliki tetap masuk selama perbaikan dilakukan.
Tentunya, Anda harus memilih produk asuransi bisnis yang tepat untuk memperoleh benefit ini.
Setelah memastikan semua pihak mendapatkan kejelasan, saatnya Anda kembali meninjau, merencanakan, dan melakukan pembangunan kembali pada tempat bisnis terbakar.
Kali ini, lakukan dengan lebih cermat dengan mempertimbangkan kejadian sebelumnya. Terapkan langkah pencegahan lebih baik, sehingga potensi terjadinya kebakaran dan bencana lain di tempat kerja bisa ditekan seminimal mungkin.
Banyak dari pengusaha yang merasa bahwa investasi untuk mengurangi risiko kebakaran adalah langkah yang mahal.
Padahal jika mempertimbangkan risiko dan dampaknya, jelas jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya investasi sistem yang dapat mencegah dan memadamkan kebakaran sebelum melahap semua aset bisnis yang dimiliki. Jika diperkirakan, pemasangan sistem proteksi lengkap untuk pabrik atau kantor skala menengah akan berada di angka sekitar Rp500,000,000-an hingga Rp2,000,000,000-an.
Hal ini jelas jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian yang harus Anda derita jika kebakaran benar-benar terjadi. Pada skala bisnis yang sama, kerugiannya bisa mencapai lebih dari Rp50,000,000,000.
Terlihat lebih masuk akal ketika diwujudkan dalam estimasi di atas bukan?
Lagipula, sistem perlindungan ini juga akan dapat digunakan untuk jangka panjang. Artinya Anda akan memiliki perlindungan yang diperlukan untuk beberapa tahun ke depan, dengan biaya yang sudah jelas sejak awal.
Selain sistem pencegahan dan pemadaman api yang cepat, ada baiknya juga Anda memiliki Asuransi Bisnis yang dapat memberikan manfaat dan bantuan untuk mengembalikan bisnis kembali seperti semula.
Memiliki asuransi bisnis yang tepat akan sangat membantu proses pemulihan bisnis dan berbagai urusan setelah bisnis Anda mengalami kebakaran, atau bencana besar lain yang membawa kerugian fundamental.
Mulai dari perlindungan risiko, penggantian kerugian, membantu memberikan pondasi kokoh, hingga memberikan rasa aman pada bisnis terkait risiko yang ada, semau bertujuan agar bisnis dapat dikembangkan dan beroperasi dengan optimal untuk mendapatkan keuntungan optimal.
Namun pemilihan asuransi ini tidak boleh sembarangan, karena harus mempertimbangkan kredibilitas dari perusahaan asuransi dan manfaat yang diberikan.
AXA Insurance Indonesia, jadi salah satu perusahaan andal yang menawarkan Asuransi Bisnis pada Anda dalam bentuk Asuransi SmartBusiness. Asuransi yang satu ini memberikan santunan pada tertanggung atas rasa ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh terjadinya salah satu atau lebih penyebab yang tertulis di polisnya. Seperti penghentian atau penutupan usaha karena kerusakan fisik harta benda yang dimiliki, menjamin tertanggung dari risiko kematian, cacat tetap secara langsung dipicu kecelakaan, dan tertanggung mengalami sakit berkepanjangan sehingga harus dirawat di rumah sakit lebih dari 20 hari.
Berhadapan dengan kondisi tempat bisnis terbakar memang bukan hal yang diinginkan semua pebisnis. Tapi bersama perencanaan yang matang dan Asuransi SmartBusiness dari AXA Insurance Indonesia, Anda bisa kembali beroperasi dalam waktu singkat dengan pondasi yang lebih solid dan siap bersaing dengan kompetitor!
Referensi: