Perlu Tahu, Ini 10 Ciri-Ciri Diabetes yang Bisa Diamati

Selalu menjaga kondisi kesehatan dalam keadaan stabil tentu jadi keinginan banyak orang. Tanpa usaha ini, seseorang bisa saja menderita penyakit berat yang sulit ditangani, seperti diabetes. Penyakit ini sendiri sebenarnya bisa disikapi dengan baik, selama identifikasi pada ciri-ciri diabetes lekas dilakukan.

Tapi apa saja sih ciri-ciri yang ditunjukkan oleh seorang yang mengalami diabetes itu? Apakah terlihat secara langsung secara fisik atau memang harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu?

Dilansir dari sebuah artikel pada situs resmi Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, berikut ciri-ciri diabetes yang bisa dikenali atau dirasakan.

Baca Juga: Mengenali Gejala Rabies dan Penanganannya, Kamu Wajib Paham!

10 Ciri Diabetes secara Umum

1. Merasa Haus Berlebihan

Ketika kandungan air di dalam tubuh berkurang karena sering buang air kecil, seorang penderita diabetes akan terus merasa haus. Saat rasa haus ini tidak wajar, maka bisa jadi seorang mengidap diabetes.

2. Berat Badan Turun

Penurunan berat badan bisa terjadi ketika terjadi kadar gula darah yang terlalu tinggi. Hormon insulin tidak memperoleh glukosa untuk sel, yang notabene berguna sebagai energi. Tubuh kemudian akan memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

3. Sering Buang Air Kecil

Berkaitan dengan poin pertama tadi, seorang dengan diabetes akan cenderung sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa, dan di waktu yang bersamaan ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Glukosa yang tidak bisa diserap ini kemudian dikeluarkan lewat air seni.

4. Terjadinya Infeksi Jamur

Salah satu hal yang harus kamu pahami adalah bahwa diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi. Artinya, kekebalan tubuh akan menurun dan risiko pada infeksi meningkat. Infeksi yang sering dialami penderita diabetes salah satunya adalah infeksi jamur.

5. Iritasi Bagian Genital

Hal ini terkait dengan tingginya kandungan glukosa pada daerah genital penderita diabetes. Akibatnya daerah genital ini mengalami iritasi, dan memicu terjadinya pembengkakan dan gatal.

6. Rasa Lapar Berlebihan

Apakah kamu termasuk orang yang sering merasakan lapar berlebih? Hati-hati jika kamu termasuk golongan ini maka bisa jadi itu salah satu tanda kamu mengidap diabetes. Kadar gula dalam darah yang merosot membuat tubuh menerima tanda bahwa belum ada asupan makanan yang masuk, kemudian ‘meminta’ asupan glukosa yang dibutuhkan oleh sel.

7. Saat Luka, Pemulihannya Lambat

Saat penderita diabetes mengalami luka, memar, atau infeksi, pemulihan terjadi relatif lebih lama. Kondisi ini sebenarnya dipicu karena pembuluh darah mengalami kerusakan karena glukosa yang ada berlebihan, dan mengelilingi pembuluh darah arteri.

8. Masalah Kulit

Penderita diabetes juga akan merasakan gangguan pada bagian kulit yang cukup sering. Mulai dari kulit gatal, kulit kering, hingga kulit gelap di area leher atau ketiak. Tanda ini mungkin jadi salah satu tanda paling jelas dari diabetes.

9. Pandangan Kabur

Terkadang ciri-ciri diabetes lain adalah pandangan yang menjadi kabur atau sesekali melihat kilatan cahaya yang jadi efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika tidak terkontrol, efeknya bisa kerusakan permanen pada penglihatan.

10. Kesemutan

Ciri terakhir adalah seringnya merasakan kesemutan dan mati rasa di area kaki dan tangan, yang disertai dengan rasa sakit atau terbakar. Hal ini menjadi tanda bagian saraf sedang ‘dirusak’ oleh diabetes.

Baca Juga: Mengenal Kondisi Kolik pada Bayi, Kamu Sudah Tahu?

Bagian Kedua: Langkah Pencegahan Diabetes

Setelah tahu fakta dan ciri-ciri diabetes yang dijelaskan di atas, tentunya kamu sekarang bisa mulai mencermati adakah tanda tersebut di orang sekelilingmu, atau justru pada dirimu sendiri. Langkah pencegahannya sendiri sebenarnya cukup simpel.

Pola hidup sehat menjadi kunci untuk menjauhkan risiko terjadinya diabetes pada diri sendiri dan orang-orang yang kamu sayangi. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan antara lain adalah:

  • Rutin melakukan olahraga
  • Selalu menjaga berat badan tetap di angka ideal
  • Memiliki pola makan yang sehat
  • Melakukan pengecekan gula darah secara rutin
  • Terampil dalam mengelola stres
  • Rajin minum air putih, setidaknya penuhi kebutuhan air putih harian
  • Pertahankan kadar vitamin D yang ideal
  • Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok

Hal-hal di atas dapat membantu tubuh untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, sehingga metabolisme yang terjadi tetap normal. Dengan begini, risiko diabetes akan dapat ditekan dan kamu bisa menikmati indahnya hari-hari lebih lama.

Jika Sudah Terjadi, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Ketika sudah terlanjur menderita diabetes, dan terkonfirmasi oleh dokter yang kamu percaya, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Tentu, rekomendasi dokter adalah hal terbaik yang bisa menjadi acuan.

Pertama kamu bisa menjalani terapi insulin. Terapi insulin sendiri bisa dikatakan sebagai pengobatan utama dari diabetes melitus tipe 1. insulin ini adalah hormon yang diproduksi di dalam pankreas. Karena pankreas tidak lagi bisa memproduksi insulin, maka suntikan dari luar diperlukan.

Penggunaan obat yang tepat, pada diabetes melitus tipe 2, dibutuhkan obat yang bisa membantu kadar glukosa darah. Beberapa jenis obat yang bisa digunakan adalah metformin, sulfonilurea, gliptin, acarbose, repaglinide, dan lain sebagainya.

Pengobatan alternatif yang sifatnya pelengkap. Pengobatan yang dimaksud adalah penggunaan bahan alami tradisional, seperti daun insulin, kayu manis, atau ginseng. Pengobatan ini bisa membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Penerapan pola hidup sehat menjadi langkah tepat yang kedua. Mulai dari menjaga asupan nutrisi dan makanan, olahraga yang teratur, dan melakukan pengecekan gula darah secara rutin untuk mengontrolnya.

Prosedur operasi akan menjadi langkah tepat untuk kondisi diabetes yang lebih berat. Ketika semua penanganan tidak cukup untuk mengendalikan gula darah, maka operasi bisa dilakukan. Operasi ini antara lain adalah operasi bariatrik dan transplantasi pankreas.

Baca Juga: Inilah, Perbedaan Asuransi Kesehatan Karyawan dan Individu yang Kamu Harus Tahu!

Karena biaya pengobatannya tidak murah, maka sangat dianjurkan untuk terus melakukan langkah pencegahan yang direkomendasikan di atas atau oleh dokter kepercayaan Anda. Selain itu, Anda juga dapat melakukan langkah strategis seperti membeli produk asuransi kesehatan yang dapat menanggung biaya pengobatan dan pemulihan yang diperlukan. AXA Insurance Indonesia kemudian memiliki produk tepat, yang disebut dengan Asuransi SmartCare Executive. Asuransi ini akan memberikan manfaat jaminan biaya kesehatan yang muncul baik berupa rawat inap serta rawat jalan, sesuai dengan kondisi dan manfaat polis. Lakukan langkah pencegahan yang tepat, dan pastikan selalu hidup sehat setiap saat!

*Kode promo berlaku untuk pembelian secara langsung di AXA myPage hingga 31 Desember 2023”

Referensi:

  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2429/ciri-ciri-diabetes-yang-harus-diwaspadai
  • https://hellosehat.com/diabetes/gejala-diabetes/
  • https://www.halodoc.com/artikel/jarang-disadari-ini-ciri-ciri-diabetes-terjadi-di-usia-muda
  • https://ayosehat.kemkes.go.id/3-cara-mudah-hidup-sehat-untuk-cegah-diabetes
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-mencegah-diabetes
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2227/9-cara-mencegah-diabetes-yang-bisa-dilakukan-mulai-hari-ini
  • https://ciputrahospital.com/10-obat-alami-diabetes-penting-untuk-diketahui/
  • https://www.alodokter.com/diabetes
  • https://hellosehat.com/diabetes/pengobatan-diabetes/