Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Menjadi salah satu bencana yang membawa dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan, tanah longsor jelas harus disikapi dengan bijak. Informasi terkait bencana ini menjadi penting agar Anda dapat mengenali cirinya, melakukan langkah mitigasi, dan meminimalisir, atau bahkan terhindar dari risiko kerugian dalam bentuk harta hingga keselamatan.
Secara definitif, tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, dan material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Kejadian ini tidak muncul secara serta merta, karena merupakan akibat dari banyak hal yang terjadi sebelumnya. Karena besarnya dampak yang ditimbulkan dan risiko yang dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di area dengan relief dataran yang beragam, maka penting untuk memahami lebih jauh serba-serbi terkait bencana alam ini.
Baca juga: Menghitung Biaya Renovasi Rumah, Bisa Dibantu Asuransi?
Berbeda dengan persepsi kebanyakan orang bahwa tanah longsor hanya dipicu karena hujan lebat dengan debit air terlalu tinggi, penyebab bencana ini sebenarnya bermula dari hal yang lebih jauh.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
● Jenis tata lahan yang tidak ideal, tanah longsor umumnya terjadi pada area yang mengalami perubahan penggunaan lahan, dari area perhutanan menjadi area sawah atau kebun, praktis mengurangi daya cengkeram tanaman pada tanah yang menjadi tempat hidupnya.
● Kondisi batuan yang kurang kuat, terjadi ketika batuan yang ada di tanah berukuran kecil atau bahkan berjenis pasir akibat mengalami pelapukan, mengurangi kemampuan tanah untuk bertahan.
● Tanah yang kurang padat dan tebal, sebab tidak mampu menyerap air dengan optimal sehingga tidak kuat menahan beban alami yang idealnya mampu ditampung oleh tanah.
● Lereng yang terjal, terbentuk karena pengikisan sehingga beban yang ditanggung tanah semakin besar, menuntut kekuatan penahan yang lebih tinggi.
● Hujan lebat, menjadi faktor akhir terjadinya tanah longsor sebab menambah beban yang signifikan pada tanah yang sudah tidak memiliki kemampuan menahan optimal.
Jika dicermati, hujan deras sebenarnya hanya sebagai pukulan terakhir dari penyebab lain yang terbentuk sekian lama, ‘mengeksekusi’ potensi bencana menjadi kerugian nyata yang dialami masyarakat dan lingkungan.
Rumah merupakan bangunan yang didirikan di atas permukaan tanah, dengan struktur yang didesain sedemikian rupa untuk dapat bertahan lama. Namun ketika terjadi bencana tanah longsor, kekuatan rumah rasanya tidak berarti banyak.
Mengapa demikian? Sebab tanah yang bergerak secara masif akan turut menggoyang pondasi rumah yang ditanam di dalam tanah. Ditambah dengan massa masif yang meluncur di permukaan tanah dan menghantam bangunan, kerusakan masif bahkan hingga kehancuran total bisa jadi dampak yang paling parah.
Memang, kerusakan ini akan sangat bergantung pada seberapa besar bencana tanah longsor terjadi. Semakin besar skalanya, maka semakin besar pula risiko kehancuran yang harus dihadapi.
Kerusakan yang dialami tidak hanya berhenti pada rumah dan bangunan saja, namun juga bisa melebar ke dampak keselamatan, kerugian ekonomi, lingkungan, hingga gangguan jangka panjang pada lingkungan hidup tempat Anda tinggal.
Jika berbicara tentang ciri-ciri awal sebelum kejadian muncul, sebenarnya Anda dapat mencermati beberapa gejala alam. Tanah longsor tidak terjadi secara mendadak karena satu hal saja, namun kombinasi beberapa kesalahan pengelolaan lingkungan yang dilakukan.
Ciri yang disampaikan di bawah ini kemudian sebaiknya disikapi dengan bijak, menggunakan langkah-langkah yang tepat. Tujuannya sederhana, guna menghindari adanya korban jiwa, dan mengurangi kerugian yang muncul akibat bencana alam tersebut.
Beberapa tanda utama yang dapat terlihat antara lain adalah sebagai berikut.
● Pohon dan tiang listrik di sekitar rumah terlihat miring, menandakan sudah ada pergerakan pada tanah yang menahan akar dan pondasinya, juga menjadi indikasi tanah amblas.
● Air sumur yang tiba-tiba menjadi keruh, karena tanah di bagian dalam mula amblas dan mencampuri sumber air sumur dengan tanah.
● Tembok bangunan dan pondasi terlihat retak dan terlihat progresnya, hal ini menandakan pergerakan pada tanah mulai terasa.
● Retakan di permukaan tanah dan beberapa titik mengalami ambles, hal ini mudah terlihat oleh mata telanjang.
● Keluarnya mata air dari area lereng, menandakan ada retakan di tanah bagian dalam yang miring, yang membuka jalur aliran air baru.
● Terdengar bunyi gemeretak atau material tanah yang mulai bergerak, bunyi ini bisa berasal dari pecahan akar atau bebatuan, menandakan gerakan tanah sedang terjadi.
Memiliki langkah mitigasi dan penanganan yang responsif akan membantu Anda dan banyak orang terhindar dari risiko keselamatan serta kerugian yang tidak kecil, terlebih terkait harta benda seperti hunian.
Beberapa poin yang penting diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut.
● Selalu siapkan tas evakuasi darurat yang berisi barang-barang dan perlengkapan untuk bertahan sambil menunggu tim evakuasi tiba.
● Hindari bangunan rumah atau pemukiman yang berada di daerah bawah lereng, sebab area ini merupakan area rawan tanah longsor.
● Melakukan penanaman pohon berakar kuat dengan metode yang ideal sehingga dapat mencengkeram erat tanah saat bebannya meningkat.
● Menjaga drainase lereng yang baik untuk menghindarkan air mengalir dari dalam lereng menuju keluar.
● Memastikan adanya bangunan penahan, jangkar, atau pilar, pada lereng yang terindikasi rawan longsor.
● Tutup rekahan di atas lereng agar air tidak lekas masuk ke dalam tanah dan menambah beban tanah.
● Dirikan bangunan dengan pondasi yang kuat dengan tiang pancang jika berada di area yang tanahnya tidak stabil.
Ketika kondisi tanah longsor terjadi sejatinya tidak banyak yang bisa dilakukan. Selain mempersiapkan tas darurat dan perlengkapan untuk semua anggota keluarga, pastikan untuk tidak panik.
Tetap tenang dan segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, yang telah direncanakan sebelumnya. Jauhi area rumah atau area rawan longsor, kemudian ikuti jalur evakuasi jika terdengar ada peringatan dari sistem peringatan dini yang terpasang.
Bantu keluarga dan orang lain yang kesulitan, namun tetap utamakan keselamatan diri sendiri. Jangan mengambil keputusan gegabah yang justru dapat menambah risiko atau jumlah korban yang mungkin terjadi.
Utamakan keselamatan, dan jangan memaksa tinggal di rumah atau bangunan yang sudah menunjukkan tanda-tanda tidak lagi kuat menopang bebannya.
Kerugian dan dampak negatif yang muncul akibat tanah longsor jelas dapat ditekan dengan mengenali ciri-ciri area rawan longsor, atau area yang umumnya memiliki risiko besar pada bencana ini.
Untuk itu Anda dapat mencermati sedikitnya 7 kelompok area yang memiliki risiko tersebut.
● Daerah perbukitan, lereng, dan pegunungan, dengan kemiringan lereng lebih dari 20 derajat.
● Daerah yang memiliki lapisan tanah tebal di atas lereng.
● Daerah dengan sistem tata air dan tata guna lahan yang buruk.
● Daerah lereng terbuka yang gundul akibat penebangan secara brutal.
● Daerah yang memiliki retakan pada bagian atas tebing.
● Daerah yang memiliki mata air atau rembesar air pada tebing.
● Daerah yang memiliki beban berlebih pada lereng, dan masih terus ditambah dengan bangunan baru.
Area ini banyak dijumpai di berbagai titik di Indonesia. Namun setidaknya dengan mengenali area-area yang rawan longsor, Anda dapat mengambil langkah tepat jika memang harus tinggal di area tersebut.
Banyak cara bisa dilakukan sebagai langkah mitigasi tanah longsor. Jelas, menghindari area rawan longsor sangat direkomendasikan. Namun jika memang Anda harus mengambil pilihan sulit, pastikan opsi yang tersedia kemudian didukung dengan tambahan Asuransi Rumah yang selalu dapat diandalkan.
Asuransi SmartHome dari PT AXA Insurance Indonesia menjadi opsi yang sangat tepat untuk Anda yang memiliki rumah di area rawan longsor. Asuransi ini memberikan perlindungan atas harga benda atau barang-barang yang apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang mengakibatkan kerugian keuangan yang Anda alami akan mendapatkan manfaat sesuai dengan ketentuan polis.
Tanah turun atau tanah longsor jadi salah satu bencana alam yang kerugiannya dapat ditanggung oleh produk asuransi rumah yang satu ini, sehingga dapat mengurangi kerugian yang timbul dan kekhawatiran pasca bencana terjadi.
Baca juga: Tips Membuat Struktur Bangunan Ideal dan Aman dari Gempa
Sekilas tentang tanah longsor di atas semoga dapat menjadi bacaan yang berguna dan bermanfaat untuk Anda. Pastikan memilih area hunian yang aman, dan selalu dukung perlindungan rumah dengan proteksi dari asuransi rumah andal, seperti yang ditawarkan PT AXA Insurance Indonesia untuk Anda!
Referensi:
● https://bpbd.jatengprov.go.id/main/pengertian-longsor-faktor-penyebab-dan-cara-mencegahnya/
● https://news.detik.com/berita/d-6223169/faktor-penyebab-tanah-longsor-penjelasan-dan-jenis-jenis-longsor
● https://gapki.id/news/2025/12/04/banjir-dan-longsor-di-indonesia-faktor-penyebabnya-lebih-kompleks-dari-yang-dibayangkan/
● https://rri.co.id/lain-lain/1035005/dampak-terjadinya-tanah-longsor
● https://www.metrotvnews.com/play/KZmCVEj2-dampak-longsor-banjarnegara-capai-10-hektare-sawah-dan-rumah-warga-tertimbun
● https://www.inilah.com/penyebab-dan-dampak-negatif-tanah-longsor
● http://johorejo.desa.id/kabardetail/R0RRcEZEOU5IQStEN3BYV0pvRlUvZz09/waspadai-tanda-tanda-tanah--akan--longsor.html
● https://www.rumahzakat.org/ciri-ciri-longsor-dan-upaya-mitigasi/
● https://www.kompas.tv/info-publik/627554/waspada-ini-ciri-ciri-daerah-rawan-longsor?page=all#goog_rewarded
● https://pusatkrisis.kemkes.go.id/4-langkah-antisipasi-potensi-tanah-longsor
● https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/menghadapi-tanah-longsor/
● https://www.metrotvnews.com/read/NQACYgwp-8-cara-antisipasi-bencana-longsor-untuk-daerah-rawan