Strategi Pengembangan Bisnis dengan Produk Ramah Lingkungan

Di era kekinian, cukup banyak jenis bisnis yang sudah mempertimbangkan keberlanjutan aspek lingkungan. Hal ini terwujud dalam berbagai jenis bisnis dengan hasil produk ramah lingkungan yang ditemui dengan mudah di sekitar kita.

Bisnis ramah lingkungan adalah pendekatan bisnis yang tidak sekedar fokus pada profit tapi juga memperhatikan dampak operasional bisnis Anda terhadap lingkungan.

Dengan pendekatan yang berbeda dari bisnis konvensional, jelas strategi bisnis yang digunakan juga berbeda.

Produk ramah lingkungan yang dihasilkan akan perlu teknik pemasaran yang lebih modern, dengan target pasar yang juga spesifik. Lebih lanjut tentang strategi bisnis yang digunakan untuk produk ramah lingkungan bisa Anda cermati di bawah ini.

Strategi Bisnis Produk Ramah Lingkungan

Produk ramah lingkungan seperti menjadi ‘diva’ baru di pasaran. Pasalnya, target pasar yang kini berjumlah besar adalah Gen Z, yang notabene sangat aware dengan isu lingkungan.

Ini mengapa perusahaan kemudian perlu menerapkan strategi bisnis yang tepat, sehingga produk ramah lingkungan yang ditawarkan bisa sampai pada pelanggan, dan terus digunakan untuk jangka waktu yang panjang.

Lalu apa saja strategi bisnis yang bisa digunakan untuk produk jenis ini?

1. Menonjolkan Nilai Keberlanjutan dalam Branding

Branding jadi elemen penting untuk pemasaran. Anda harus memastikan bahwa nilai keberlanjutan tercermin dalam identitas merek yang ingin dibangun.

Dari logo, slogan, hingga desain produk, semua harus dipastikan menggambarkan komitmen pada pelestarian lingkungan.

2. Fokus pada Pendidikan Konsumen

Tantangan besar yang dihadapi industri ‘ramah lingkungan’ adalah edukasi tentang produk yang Anda tawarkan.

Produk ramah lingkungan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan secara fungsi, namun juga secara value yang cocok dengan selera pasarnya. Nilai ini yang harus Anda sampaikan pada aktivitas pemasaran.

3. Platform Media Sosial untuk Campaign

Media sosial jadi titik temu yang tepat untuk menyasar Gen Z, karena segmen ini menjadi pengguna dengan jumlah besar di platform tersebut.

Mengacu pada survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang disampaikan pada databooks.katadata.co.Id pada https://databoks.katadata.co.id/infografik/2024/09/24/media-sosial-favorit-gen-z-dan-milenial-indonesia , Gen Z mengakses aplikasi Instagram (51,9%) untuk beraktivitas, disusul dengan Facebook (51,64%), kemudian TikTok (46,84%).

Dengan data ini, jelas sasarannya akan sangat besar, sebanding dengan potensi reach yang lebih baik.

4. Pengalaman Berkelanjutan

Tidak hanya berhenti hingga produk berkelanjutan, tawarkan juga pengalaman pelanggan yang berkelanjutan. Anda dapat menggunakan kemasan ramah lingkungan, dengan pengiriman barang yang tidak memicu pemborosan atau kerusakan lingkungan.

Pengalaman transparan dan berkelanjutan ini akan meningkatkan loyalitas pelanggan di segmen Gen Z.

5. Kolaborasi dengan Influencer Tepat

Influencer juga akan menjadi strategi yang tepat ketika Anda akan menyasar segmen pasar Gen Z untuk produk ramah lingkungan yang Anda miliki.

Gen Z memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada influencer yang mereka ikuti, sehingga marketing dengan cara ini akan meningkatkan leads berkualitas yang berujung pada pembelian produk.

6. Beri Insentif untuk Pembelian Produk Ramah Lingkungan

Pemberian insentif merupakan cara untuk mendorong lebih banyak orang untuk membeli produk ramah lingkungan yang Anda tawarkan.

Insentif yang dimaksud dapat berupa cashback, atau freebies lain yang menarik untuk digunakan sehingga bisa menjadi media promosi sukarela.

7. Terapkan Strategi Pemasaran dengan Basis Value

Konsumen Gen Z lebih memilih belanja produk brand dengan tujuan dan nilai yang jelas. Pada konteks produk ramah lingkungan, kedepankan value yang Anda miliki sehingga dapat menjadi nilai plus atau hal yang menonjol untuk dinikmati pelanggan.

Paling sederhana adalah dengan menunjukkan bahwa dengan membeli produk yang Anda tawarkan, pelanggan turut serta berkontribusi menjaga lingkungan tetap baik dan minim dampak destruktif.

8. Sertifikasi dan Label Ramah Lingkungan

Ketika Anda benar-benar berfokus pada jenis ramah lingkungan, maka sebaiknya Anda juga mencoba mendapatkan sertifikasi dan label yang menunjukkan kredibilitasnya.

Dengan pengakuan dan sertifikat resmi ini, brand Anda akan semakin kuat, dan Gen Z semakin yakin pada value yang ditawarkan.

Implementasi Praktis Strategi pada Bisnis Ramah Lingkungan

Strategi di atas bisa diterapkan dengan baik jika perencanaan yang dilakukan tepat. Beberapa contoh implementasinya adalah sebagai berikut.

1. Mengurangi Penggunaan Bahan Plastik

Bahan plastik banyak digunakan dalam proses pengemasan saat pengiriman. Bubble wrap yang digunakan bisa diganti dengan bahan kertas yang dibuat menyerupai bola, sehingga produk tetap aman di dalam kemasan.

Selain itu Anda bisa menggunakan potongan kertas untuk urusan ‘pengamanan’ produk. Hindari penggunaan selotip, dan beralih ke penggunaan lem.

2. Kemasan Produk yang Eco-Friendly

Pada bagian kemasan, Anda juga dapat menggantinya dengan bahan alternatif selain plastik. Misalnya paper bag atau kantong kertas, atau kotak yang terbuat dari kertas.

Pada konteks bisnis F&B, alat makan bisa menggunakan bahan bambu sekali pakai yang umum di pasaran saat ini.

3. Bahan Baku Produk

Bisnis ramah lingkungan yang menghasilkan produk ramah lingkungan jelas harus mengelola bahan baku yang dimilikinya.

Bahan baku yang digunakan kemudian harus pula bisa diurai secara alami oleh alam, atau diolah sedemikian rupa sehingga pada akhirnya tidak menjadi beban lingkungan ketika digunakan atau setelah digunakan.

4. Lakukan Proses Daur Ulang

Proses daur ulang atau recycle jadi salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis dengan orientasi keberlangsungan lingkungan. Penerapannya cukup sederhana dan bisa mencakup berbagai aspek dalam bisnis.

Misalnya, Anda bisa mengimbau pelanggan untuk mengembalikan kemasan produk untuk didaur ulang. Sampah yang dihasilkan pada saat produksi juga bisa didaur ulang atau diproses terlebih dahulu sehingga tidak jadi limbah yang sulit terurai.

5. Optimasi Toko Online

Bisnis secara online juga jadi salah satu cara untuk menjaga bisnis tetap eco-friendly. Pengelolaan toko digital akan mengurangi penggunaan plastik kemasan dan kertas untuk operasional.

Biaya operasional juga praktis akan berkurang, dan target pasar dan audience bisnis semakin besar karena aktivitas pemasaran online yang dilakukan.

 

Pengelolaan bisnis ramah lingkungan memang bukan hal yang bisa dilakukan semudah membalik telapak tangan. Tapi komitmen yang kuat akan membantu bisnis Anda berkembang, didukung dengan konsistensi dan jaring pengaman bisnis yang kuat, seperti Asuransi SmartBusiness dari AXA Insurance Indonesia.

 

Asuransi SmartBusiness dari AXA Insurance Indonesia dapat memberikan perlindungan bisnis Anda dari berbagai risiko yang ada. Produk asuransi ini akan memberikan rasa aman, sehingga Anda bisa fokus pada pengembangan bisnis dan produk ramah lingkungan yang dimiliki. Jadi tunggu apa lagi? Pastikan konsep bisnis Anda sudah kuat dengan strategi dan implementasi bisnis yang tepat, dan maksimalkan pengembangan produk ramah lingkungan dengan perlindungan terjamin dari AXA Insurance Indonesia!
 

 

Referensi:

  • https://accurate.id/bisnis-ukm/bisnis-ramah-lingkungan/#Bagaimana_cara_sukses_menjalankan_bisnis_ramah_lingkungan
  • https://manajemens2.umsida.ac.id/green-business-bisnis-ramah-lingkungan/
  • https://fyb.detik.com/insight/10847/strategi-hemat-dan-efisien-melalui-bisnis-ramah-lingkungan
  • https://majoo.id/solusi/detail/contoh-bisnis-ramah-lingkungan
  • https://compas.co.id/article/bisnis-ramah-lingkungan/
  • https://autolaris.com/berita/strategi-marketing-untuk-bisnis-berbasis-eco-friendly/
  • https://glints.com/id/lowongan/perusahaan-go-green/
  • https://www.setneg.go.id/baca/index/eco_creator_cara_gen_z_menggemakan_isu_lingkungan
  • https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1688977-keren-gen-z-disebut-sebagai-generasi-paling-sadar-lingkungan
  • https://garuda.tv/gen-z-peduli-lingkungan-dengan-berbagai-cara/
  • https://goodstats.id/article/mayoritas-generasi-z-menghabiskan-waktu-luang-dengan-media-sosial-KT9NM
  • https://databoks.katadata.co.id/infografik/2024/09/24/media-sosial-favorit-gen-z-dan-milenial-indonesia