Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Di area urban, keberadaan sumur resapan jadi salah satu taktik tepat untuk mempercepat penyerapan air hujan ke tanah. Struktur sumur resapan bisa dipahami sebagai rekayasa teknik perlindungan air berupa bangunan yang dibuat dengan fungsi menampung air hujan yang jatuh, untuk menerapkannya ke tanah dalam waktu cepat.
Konstruksi ini punya manfaat dan fungsi strategis, sehingga harus dibuat dengan cara dan metode tepat agar keduanya bisa didapatkan.
Lebih lanjut, ayo cermati apa saja poin penting terkait sumur resapan, mulai dari manfaat dan keunggulan, panduan pembuatan, dan cara perawatan dan pemeliharaannya.
Pembuatan sumur resapan yang ideal akan memberikan manfaat dan keunggulan untuk rumahmu. Sedikitnya ada 7 manfaat yang bisa didapatkan, antara lain sebagai berikut.
Manfaat utama yang bisa didapatkan adalah berkurangnya volume air genangan ketika hujan deras. Tanah yang sudah memiliki sumur resapan bisa dengan mudah menyerap air yang ada, sehingga genangan tidak muncul dan tanah terhindar dari erosi atau struktur tidak stabil.
Dengan berkurangnya limpahan air yang mengalir ke pembuangan, maka risiko banjir juga bisa ditekan. Sumur resapan berperan besar untuk hal ini, jadi pada dasarnya keberadaan struktur tersebut juga mengurangi risiko rumah terkena dampak hujan deras berkepanjangan.
Karena penyerapan air yang optimal, sumur resapan bisa menambah cadangan air tanah dalam jumlah signifikan. Dengan konstruksi yang tepat, sumur ini bisa menampung air tanah yang diperlukan untuk kebutuhan setiap hari.
Sumur resapan yang dibuat dengan baik juga bisa menampung air bersih. Tidak heran jika salah satu point pentingnya adalah menjaga jarak dari area seperti septic tank atau saluran limbah.
Untuk area yang dekat dengan perkebunan atau persawahan, sumur seperti ini juga bisa membantu menyediakan air untuk irigasi. Sumber air cadangan saat musim kemarau ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan suplai air yang diperlukan.
Keberadaan sumur resapan berperan besar untuk menjaga kelembapan tanah yang ada di sekitarnya. Karena kecukupan ketersediaan air, kelestarian tanaman dan lingkungan juga akan ikut terjaga.
Risiko penurunan tanah senantiasa tinggi, terlebih pada tanah yang strukturnya sudah buruk. Kandungan air tanah yang menjadi kunci strukturnya tetap solid. Maka secara langsung keberadaan struktur ini bisa membantu menjaganya solid dan menurunkan risiko penurunan tanah. Praktis risiko terjadinya longsor atau tanah amblas juga bisa dikurangi.
Intrusi air laut adalah ketika air laut masuk ke pori-pori batuan dan mencemari air tanah. Hal ini bisa terjadi karena air hujan yang mengalir dan bermuara di laut semakin banyak, sehingga menekan air laut ke dalam tanah di daratan.
Salah satu aturan hukum terkait pembuatan sumur resapan ideal ada pada Pergub DKI No. 109 Tahun 2021 dan Perda Nomor 18 Tahun 2018.
Keduanya mewajibkan bangunan tertentu membuat sumur resapan, dengan jarak aman dari septic tank minimal 5 mater dan pondasi minimal 1 meter.
Ada pula penjelasan pada Standar Teknis di SNI 8456:2017, yang memuat beberapa poin penting. Misalnya kedalaman umumnya antara 1,5 meter hingga 10 meter, jarak minimal 1 meter dari pondasi rumah dan 5 meter dari septic tank, jarak sumur resapan minimal 10 meter dari sumur bor untuk mencegah kontaminasi, dan cocok digunakan untuk muka air tanah lebih dari 2 meter. Jika kurang dari 2 meter, disarankan menggunakan parit resapan.
Untuk perizinan sendiri, pembuatan sumur resapan sering menjadi bagian dari syarat persetujuan lingkungan atau izin penggunaan air tanah yang diatur dalam Kementerian ESDM Nomor 14 Tahun 2024.
Panduan umum membuat sumur resapan adalah sebagai berikut.
Langkah pertama adalah dengan menentukan lokasi sumur. Dengan panduan regulasi di atas, penentuan lokasi sumur resapan bisa dilakukan dengan cukup mudah.
Cari dataran paling rendah di halaman, sehingga air hujan bisa mengalir dengan baik.
Lakukan penghitungan jumlah air hujan yang akan masuk ke dalam sumur. Data curah hujan bisa didapatkan dengan mudah dari situs resmi Badan Meteorologi dan Geofisika atau lembaga terkait.
Ukuran ideal ada pada 1 hingga 2 meter pada diameternya, dan 2 hingga 5 meter untuk kedalamannya.
Langkah ketiga adalah lakukan penggalian lubang untuk sumur resapan. Penggalian bisa dilakukan manual atau alat berat.
Cermati bagian dinding lubang agar tetap stabil dan tidak runtuh. Gunakan penyangga sementara untuk menjaga keselamatan selama proses penggalian ini.
Bagian dinding sumur perlu diperkuat supaya tidak ambruk sekaligus tetap memungkinkan air masuk. Penggunaan material bata berlubang, cincin beton berpori, hingga lapisan kerikil bisa jadi alternatif.
Penggunaan kain geotekstil juga bisa dilakukan untuk mencegah tanah masuk ke dalam sumur.
Setelah dinding diperkuat, sumur perlu diisi dengan material yang mendukung peresapan air. Material yang dimaksud seperti kerikil dan pasir.
Pipa bisa dipasang di dalam sumur untuk membantu distribusi air yang masuk.
Pastikan jalur aliran air sudah benar. Air bisa dialirkan lewat pipa atau saluran drainase dari atap atau area lain, dan diarahkan ke sumur resapan tersebut.
Untuk mencegah adanya sampah yang menyumbat, pasangkan saringan di bagian saluran masuk.
Setelah enam langkah sebelumnya selesai, lakukan penutupan bagian atas sumur agar lebih aman. Tutup bisa menggunakan pelat beton berlubang atau paving block berpori atau rumput sintetis.
Perawatan sumur resapan fokus pada pembersihan sampah dan lumpur secara rutin (setiap 6-12 bulan) agar aliran air tidak tersumbat. Langkah utama meliputi pembersihan bak kontrol, penggantian lapisan ijuk/batu koral jika kotor, serta pembuangan endapan lumpur agar fungsi penyerapan air tanah tetap maksimal.
Breakdown tentang teknis perawatan dan pemeliharaan sumur resapan bisa dilihat di bawah ini.
Keberadaan sumur resapan ideal di area rumah jelas akan memberikan banyak manfaat. Utamanya, membantu melindungi rumah dari risiko banjir dan kerusakan parah akibat pemicu alami lain.
Dengan pembangunan yang sesuai prosedur dan perawatan yang baik, tanah dan bangunan yang Anda miliki akan menjadi lebih tahan pada ancaman bencana.
Perlindungan jelas bisa dimaksimalkan dengan memiliki Asuransi Rumah yang andal, seperti Asuransi SmartHome dari AXA Insurance Indonesia. Asuransi ini bisa memberikan manfaat optimal untuk risiko yang mengancam rumah Anda, sehingga Anda bisa merasa lebih aman dan nyaman selama tinggal di hunian tersebut.
Kombinasi sumur resapan ideal dengan Asuransi SmartHome memberikan perlindungan optimal pada rumah dan hunian Anda. Bangun sesuai prosedur yang diberikan, dan pastikan semua yang tinggal di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari berbagai risiko!
Referensi: