Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Menjalankan ibadah puasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat. Selama berpuasa, seseorang menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sekaligus menjaga diri dari berbagai hawa nafsu. Untuk membantu Anda, berikut disajikan ragam tips kuat berpuasa, sehingga ibadah suci dapat dilakukan dengan lancar hingga hari kemenangan tiba.
Ibadah puasa yang menantang akan dapat berjalan dengan ideal jika Anda memperhatikan menu sahur, asupan cairan, kegiatan sepanjang hari, serta asupan makanan dan nutrisi saat berbuka puasa.
Jelas, selain hal yang sifatnya fisik, Anda juga tetap harus mengontrol pikiran dan emosi agar tidak sampai mengurangi berkah yang didapatkan. Maka berikut ulasan singkat tentang tantangan puasa, tips kuat berpuasa, dan penjelasan tentang bagaimana mengelola asupan nutrisi, cairan, dan aktivitas selama bulan Ramadan agar puasa tetap berjalan lancar.
Baca juga: Daftar Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Optimal, Jangan Sampai Terlewat Nutrisi Pentingnya!
Ibadah puasa memiliki aturan yang jelas, yaitu menahan lapar dan haus serta mengendalikan hawa nafsu. Namun ada saja yang membuat ibadah ini terasa lebih berat, baik dari faktor eksternal atau internal.
Beberapa tantangan yang membuat puasa terasa berat antara lain adalah sebagai berikut.
Karena ritme asupan nutrisi harian yang didapatkan berubah, energi yang dimiliki sepanjang hari jelas akan berkurang. Makan siang yang menjadi waktu mengisi perut dan tenaga harus ditanggalkan, dan Anda harus menahan lapar dan haus hingga adzan maghrib tiba.
Tubuh akan mengalami penyesuaian energi karena perubahan pola makan selama berpuasa dan ini berdampak pada produktivitas dan tenaga yang Anda miliki. Ini kenapa rasa lemas sering datang ketika Anda bekerja atau beraktivitas, karena memang asupan sumber energi yang didapatkan tubuh berkurang signifikan.
Tentu Anda merasakan hal ini, otak yang biasanya bisa bekerja dengan baik tiba-tiba terasa sulit fokus pada pekerjaan dilakukan. Penurunan fokus ini adalah dampak dari berkurangnya asupan makanan dan minuman yang biasanya didapatkan ketika beraktivitas.
Secara ilmiah, perubahan pola makan saat berpuasa dapat memengaruhi kadar gula darah sehingga menimbulkan rasa lelah dan menurunkan konsentrasi. Ini alasan mengapa terkadang pekerjaan sederhana perlu waktu lebih lama untuk diselesaikan.
Waktu aktivitas yang dilakukan juga akan mengalami perubahan. Praktis, Anda sudah harus memulai hari ketika mempersiapkan santap sahur sebelum kemudian melanjutkan kegiatan dengan ibadah ketika adzan tiba.
Tantangan datang ketika Anda masih harus lembur atau memiliki aktivitas tambahan, yang jelas akan menyita waktu istirahat yang Anda miliki. Karena itu, diperlukan penyesuaian jadwal yang baik agar semua aktivitas dapat berjalan dengan seimbang.
Terakhir adalah adanya penyakit bawaan yang memang secara alami dapat menjadi tantangan saat beribadah puasa. Penyakit ini tidak harus tipe berat, namun tipe kondisi yang memerlukan waktu makan disiplin dan waktu istirahat yang cukup.
Anda tidak perlu ragu untuk datang ke dokter dan meminta rekomendasi terbaiknya, sehingga kondisi tetap terjaga tanpa mengorbankan ibadah di bulan suci ini.
Agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih lancar, berikut beberapa tips kuat berpuasa yang bisa Anda terapkan.
Kebutuhan nutrisi saat sahur sebaiknya dipenuhi sehingga tubuh memiliki ‘bahan bakar’ yang cukup untuk aktivitas seharian penuh. Makanan bergizi serta asupan cairan yang cukup saat sahur dapat membantu tubuh tetap berenergi sepanjang hari.
Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan konsumsi air mineral. Skema paling umum digunakan adalah 2-4-2, yakni 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat berbuka.
Ingat, biasakan berbuka dengan air putih sebelum makanan lainnya untuk memaksimalkan asupan cairan yang diperlukan tubuh.
Pastikan Anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Meski kegiatan harian berubah, namun jam tidur tidak boleh dikompromikan. Tidur lebih cepat bisa jadi solusi, sehingga ketika bangun di waktu sahur Anda tetap merasa segar.
Tambahkan istirahat singkat di siang hari saat jeda kegiatan. Meski sebentar, waktu istirahat ini bisa memberikan energi untuk tubuh.
Karena perubahan waktu istirahat dan waktu makan, maka Anda perlu juga melakukan manajemen yang baik pada jadwal setiap hari. Buat ‘to-do-list’ agar dapat memilah kegiatan sesuai dengan kebutuhan energi.
Misalnya, prioritaskan aktivitas penting di pagi hingga siang hari, kemudian lakukan pekerjaan lebih ringan di siang menuju sore hari.
Setelah membuat daftar kegiatan, pastikan Anda juga menaati jadwal tersebut. Disiplin waktu jadi kunci agar semua kegiatan bisa diselesaikan dengan baik, sesuai dengan alokasi energi yang Anda punya.
Disiplin pada waktu juga membantu Anda menyelesaikan setiap pekerjaan dan kegiatan, sehingga tidak menumpuk di penghujung hari. Berikan waktu tambahan untuk menyiasati kegiatan atau kejadian tidak terduga.
Meski energi yang dimiliki terbatas, justru olahraga ringan tetap direkomendasikan. Olahraga dalam intensitas ringan dapat meningkatkan produktivitas selama puasa, karena dapat memompa hormon positif untuk otak dan badan.
Tapi ingat, olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak dalam intensitas berat, bisa berupa jalan kaki, bersepeda, atau yoga.
Salah satu tips paling mendasar adalah menghindari aktivitas berat di siang hari. Ketika energi yang dimiliki sangat terbatas, kegiatan berat akan menguras apa yang tersisa.
Sebaiknya, dapatkan waktu istirahat singkat di siang hari, atau kerjakan pekerjaan yang tidak terlalu berat untuk menghemat tenaga hingga adzan maghrib berkumandang.
Tidur setelah sahur memang jadi godaan yang berat untuk dilawan. Namun tips kuat berpuasa terakhir di artikel ini adalah tidak tidur setelah sahur. Mengapa demikian?
Karena tidur setelah sahur justru membuat tubuh menjadi terasa lebih lelah dan lesu saat bangun. Ritme tubuh juga akan terganggu, karena pola tidur setelah makan akan terbentuk. Anda bisa olahraga ringan, membaca kitab suci, atau melakukan ibadah lainnya.
Baca juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Simak Mitos dan Faktanya!
Untuk mencukupi asupan cairan, cara yang paling direkomendasikan memang adalah asupan air mineral. Namun demikian Anda juga dapat memperoleh cairan dari makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Misalnya saja sup sayur atau daging, kemudian buah-buahan, bubur, susu dan yogurt, tumisan, dan masih banyak lagi. Dengan mengonsumsi makanan tersebut secara rutin, kebutuhan cairan tubuh tetap dapat terpenuhi.
Sebisa mungkin, tetap konsumsi makanan sehat dan utuh untuk menu berbuka dan sahur. Memang, takjil dan jajanan yang banyak ditemui akan sangat menggoda. Namun tetap batasi porsinya agar tidak terlalu banyak dan justru berdampak buruk pada tubuh Anda.
Sedikit melanjutkan tips kuat berpuasa di bagian sebelumnya, satu hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah mengelola jadwal aktivitas Anda.
Hal ini karena metabolisme tubuh akan berubah menyesuaikan jadwal makan dan istirahat, sehingga penting mengelola kegiatan setiap hari agar tubuh tidak terasa lekas lemas, dan semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Tips kuat berpuasa di atas diberikan agar Anda dapat tetap menjalankan ibadah puasa dengan maksimal, sempurna hingga akhir, dan dalam kondisi kesehatan yang baik. Selalu terdapat risiko kesehatan yang muncul karena satu dan lain hal.
Ini mengapa penting untuk memiliki ‘jaring pengaman’ ketika kondisi kesehatan tiba-tiba memburuk. Asuransi Kesehatan yang andal akan jadi hal terbaik yang dapat Anda berikan pada diri sendiri, selain tentu pola hidup yang ideal dan disiplin dalam menjalankan agenda setiap hari.
Baca juga: Mengenal Olahraga Padel, dari Sejarah sampai Aturan Mainnya
Asuransi SmartCare dari AXA Insurance Indonesia jadi produk yang direkomendasikan dalam artikel ini. Selain tentu membagikan tips kuat berpuasa, kami juga mengimbau Anda agar memiliki perlindungan di saat yang tidak diinginkan, saat berpuasa dan kondisi kesehatan tiba-tiba memburuk.
Asuransi ini menawarkan manfaat untuk mendapatkan sesi konsultasi dokter online secara unlimited untuk dokter umum sehingga semua kondisi bisa lekas disampaikan pada dokter kepercayaan Anda. Dengan prosedur yang telah ditetapkan, klaim manfaat dari AXA Insurance Indonesia dapat segera diperoleh. Perpaduan ideal antara tips kuat berpuasa dan perlindungan dari Asuransi SmartCare akan membantu ibadah di bulan suci semakin maksimal, tanpa khawatir pada kondisi yang tidak diinginkan. Segera dapatkan asuransinya, dan selamat menjalankan ibadah puasa!
Referensi: