Laman ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Informasi lebih lanjut perihal informasi yang dikumpulkan dan digunakan silakan lihat Kebijakan Cookie dan Kebijakan Privasi
Tetap menjaga produktivitas selama menjalankan ibadah puasa bisa menjadi tantangan yang menarik untuk dibicarakan. Pasalnya, tubuh secara praktis kehilangan banyak asupan energi, sementara pekerjaan yang dimiliki harus tetap berjalan dengan maksimal. Lebih lanjut, tips bekerja saat puasa agar tetap produktif dapat Anda cermati di bawah ini.
Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan setiap hari memerlukan sejumlah tenaga dan konsentrasi agar selesai dengan baik. Namun ketika menjalankan ibadah puasa, asupan tenaga dan nutrisi yang diperoleh tubuh akan menurun.
Waktu sahur dan berbuka memang memberikan energi yang diperlukan. Namun pada siang hari ketika konsentrasi dan tenaga dibutuhkan secara maksimal, makan siang harus dicoret dari agenda harian Anda selama sebulan penuh.
Baca juga: Memahami Lebih Jauh tentang Force Majeure Bisnis: Definisi, Jenis, Dampak, hingga Cara Menghadapinya
Jika dirangkum secara singkat, tantangan yang hadir akan terasa dalam bentuk konsentrasi kerja, kontrol emosi, dan tenaga yang dimiliki tubuh untuk menjalankan semua pekerjaan yang harus diselesaikan.
Tantangan konsentrasi berasal dari penurunan asupan nutrisi yang diterima otak, dan perubahan waktu istirahat dan jam makan. Hal ini akan sangat terasa di periode awal bulan Ramadan, dan semakin terasa biasa saja saat ibadah puasa dijalankan.
Kedua adalah tantangan kontrol emosional. Selama bulan puasa, Anda tidak boleh marah karena dapat menurunkan pahala yang didapatkan. Jelas, hal ini cukup tricky jika Anda bekerja di sektor yang menghadirkan tantangan emosional secara konstan, seperti misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain atau klien.
Terakhir adalah tantangan dari ketersediaan tenaga yang ada di tubuh. Ketiadaan asupan makanan dan minuman yang diperoleh di siang hari akan mengurangi ketersediaan energi di dalam tubuh. Secara alami, tubuh akan terasa lebih lemas dan kurang bertenaga untuk menjalankan berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Produktivitas yang dimiliki mungkin saja mengalami penurunan di periode awal bulan Ramadan, saat pertama kali menjalankan ibadah puasa. Namun demikian hal ini akan berangsur-angsur berkurang, setelah proses adaptasi yang terjadi.
Tubuh akan beradaptasi dengan pola makan dan istirahat yang baru ini untuk beberapa waktu. Hal ini terjadi selama beberapa hari pertama, namun adaptasi yang dihasilkan justru diklaim memberikan peningkatan produktivitas yang cukup signifikan.
Tubuh akan menggunakan cadangan energi dari lemak atau glukosa, dan meningkatkan fokus yang dimiliki. Selama makanan sahur yang dikonsumsi kaya dan bernutrisi padat, menjaga asupan cairan, dan tidur yang cukup, maka sebenarnya masalah penurunan produktivitas tidak perlu muncul dalam keseharian Anda.
Meski demikian untuk urusan energi yang dirasakan tetap akan terasa berkurang, karena pada dasarnya asupan yang diperoleh juga berkurang porsinya. Maka sebaiknya tidak melakukan aktivitas berat di siang hari agar tidak merasa makin lemas dan lesu.
Perubahan yang terjadi pada jam makan dan jam tidur harus disikapi dengan bijak, sehingga tubuh dapat lekas beradaptasi dan kembali pada performa terbaiknya. Selain memperhatikan menu sahur dan berbuka serta jam istirahat, ada beberapa hal yang juga dapat dilakukan dalam rangka mengelola pola kerja di bulan Ramadan ini.
Duduk terlalu lama tanpa bergerak bisa memicu masalah nyeri leher dan punggung, dan meningkatkan risiko gangguan metabolik untuk jangka panjang. Untuk tetap menjaga tubuh segar, lakukan peregangan ringan, berdiri, atau berjalan sebentar setiap 30 hingga 60 menit waktu duduk.
Aktivitas fisik ringan ini tidak hanya menjaga kondisi tubuh tetap segar, tapi bisa mengembalikan fokus saat bekerja.
Berbagai jenis tugas berat bisa coba dialokasikan di pagi hari, saat tubuh masih memiliki energi dan konsentrasi penuh dari santapan sahur. Lakukan penyusunan skala prioritas pekerjaan, dan dahulukan tugas-tugas berat dan penting sebelum mengerjakan yang lainnya.
Hal ini akan terasa selepas tengah hari, ketika kondisi konsentrasi dan tenaga mulai menurun. Tugas berat yang sudah dikerjakan sebelumnya menyisakan tugas lebih ringan untuk dikerjakan, dan lebih ‘bersahabat’ dengan konsentrasi yang tidak lagi di titik 100%.
Saat siang hari, kelelahan biasanya terasa amat berat. Jika memang diperlukan, jangan ragu mengambil waktu istirahat sejenak. Anda bisa melakukan power nap sekitar 15 hingga 20 menit untuk mengembalikan tenaga dan fokus yang mulai hilang.
Manfaatkan waktu yang diberikan untuk makan siang dengan beristirahat. Hal ini cukup efektif dalam rangka mengembalikan produktivitas yang Anda miliki.
Baca juga: Jenis Kecelakaan Kerja yang Paling Banyak Sering Terjadi di Tempat Kerja
Screen-time yang berlebihan juga dapat membuat konsentrasi menurun. Ada baiknya untuk mengurangi waktu di depan layar gawai secara berlebihan, untuk mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan konsentrasi yang Anda miliki.
Konten yang ada memang sangat menarik untuk membantu ‘beristirahat’. Namun sebenarnya yang diperlukan mata untuk rehat adalah menjauhi layar gawai, dan memejamkan mata sejenak.
Untuk Anda yang memiliki keleluasaan ini, pilih waktu berangkat dan pulang yang lebih lengang. Hal ini bisa menghemat sejumlah tenaga yang mungkin terpakai saat berdesakan atau menghadapi macet, sehingga dapat dialokasikan pada pekerjaan strategis dan penting.
Memang hal ini tidak bisa dilakukan semua orang, tapi setidaknya dapat diterapkan jika Anda ingin mencobanya.
Santap sahur praktis menjadi sumber tenaga utama untuk menjalani kegiatan dan pekerjaan Anda. Maka dari itu, penting memastikan sahur yang ideal dari segi porsi dan nutrisi, sehingga konsentrasi dapat terjaga sepanjang hari.
Sumber energi dan stamina utama. Sahur menjadi waktu masuknya nutrisi yang jadi sumber tenaga tubuh selama berpuasa dan berkegiatan setiap hari, sehingga tubuh tidak lemas dan kehabisan energi.
Sementara itu, istirahat yang optimal dan berkualitas juga berperan besar dalam menjaga produktivitas kerja Anda. Perannya adalah:
Tantangan dari tempat kerja selalu datang silih berganti, dan mungkin akan lebih terasa ketika menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Tidak heran jika rasa tak nyaman muncul, bahkan tak jarang disertai dengan ancaman keamanan.
Maka untuk dapat bekerja dengan nyaman dan aman, Anda dapat mulai menerapkan tips sederhana berikut ini.
Baca juga: 5 Potensi Bahaya di Tempat Kerja: Pilih Asuransi untuk Perlindungan Maksimal!
Tips bekerja saat puasa di atas bisa diterapkan dengan modifikasi yang diperlukan. Terkait dengan keamanan menuju dan selama di tempat kerja, Anda dapat menambahkan produk Asuransi Kecelakaan Diri yang ideal, seperti yang ditawarkan oleh AXA Insurance Indonesia.
Asuransi Kecelakaan Diri SmartActive jadi opsi menarik untuk digunakan dalam rangka mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko saat menuju, berada, dan pulang dari tempat kerja. Asuransi ini memberikan manfaat pada berbagai risiko yang dialami karena suatu kecelakaan baik di tempat kerja atau menuju dan dari tempat kerja Anda. Kombinasi ideal perlindungan optimal dari Asuransi Kecelakaan Diri SmartActive dan menerapkan tips bekerja saat puasa di atas semoga bisa menjadi solusi dari masalah Anda, dan selamat berpuasa!
Asuransi Kecelakaan Diri SmartActive jadi opsi menarik untuk digunakan dalam rangka mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko saat menuju, berada, dan pulang dari tempat kerja. Asuransi ini memberikan manfaat pada berbagai risiko yang dialami karena suatu kecelakaan baik di tempat kerja atau menuju dan dari tempat kerja Anda. Kombinasi ideal perlindungan optimal dari Asuransi Kecelakaan Diri SmartActive dan menerapkan tips bekerja saat puasa di atas semoga bisa menjadi solusi dari masalah Anda, dan selamat berpuasa!
Referensi: