Yuk, kunjungi 5 destinasi anti-mainstream di Indonesia ini!

Kehadiran media sosial termasuk Instagram, telah memberikan informasi kepada kita tentang berbagai tempat wisata di Indonesia yang masih belum banyak diketahui masyarakat. Medsos pun berperan meningkatkan daya tarik berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sebut saja Belitung, Sumba, Bunaken, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat. Selain destinasi tersebut, sebenarnya masih banyak lho, tempat-tempat indah lainnya di Indonesia. Seperti lima destinasi anti-mainstream berikut ini.

Pantai Ora, Maluku

Pantai Ora berada di sebelah utara Pulau Seram, Maluku Tengah. Jika berangkat dari Jakarta, kamu perlu naik pesawat menuju kota Ambon. Dari Ambon, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan kapal ferry dari Pelabuhan Tuleho ke Pelabuhan Amahai. Keseruanmu belum berakhir. Sebab, kamu tetap akan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke pelabuhan Desa Saleman, yang akan membawamu ke Pantai Ora.

Di perjalanan, kamu akan menyusuri kota Masohi, serta kawasan Teon, Nila, dan Serua (TNS) beserta jalur pegunungan penuh liku dan indah. Begitu tiba di Pantai Ora, kamu akan menjumpai beberapa pilihan penginapan. Kamu bisa menyewa cottage maupun menumpang atau homestay di rumah penduduk. Apa saja sih kegiatan menyenangkan yang dapat kamu lakukan di Pantai Ora? Kamu bisa snorkeling, mengunjungi mata air Belanda, maupun bertandang ke Desa Sawai.

Air Terjun Telun Barasap, Jambi

Kamu pasti pernah mendengar nama Gunung Kerinci, bukan? Nah, Air Terjun Telun Berasap ini terletak di Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Mengapa dinamakan Telun Berasap? Penduduk setempat mengatakan, nama itu diambil setelah melihat lokasi jatuhnya aliran air di sana, yang menciptakan kabut atau asap di sekitarnya.

Untuk mencapai Air Terjun Telun Barasap, kamu bisa menempun perjalanan dari kota Padang, Sumatera Barat, ke Tapan, dan dilanjutkan ke Sungai Penuh. Dengan jarak yang mencapai 287 kilometer, kamu membutuhkan waktu sekitar tujuh jam melalui jalur darat. Dari Sungai Penuh, kamu harus menempuh jarak 60 kilometer lagi untuk tiba di lokasi air terjun. Perjalanan panjangmu akan terbayar setelah menyaksikan keindahan Air Terjun Telun Barasap, yang dikelilingi pepohonan lebat dan tebing-tebing terjal.

Bukit Guungan Candidasa, Bali

Hayo, sudah berapa kali kamu mengunjungi Pulau Dewata? Apakah kamu pernah mendengar nama Bukit Guungan Candidasa? Jika belum, jangan merasa bersalah. Bukit Guungan Candidasa memang belum akrab di telinga kebanyakan turis. Namun berkat media sosial, kini para wisatawan mulai mengunjunginya.

Bukit Guungan Candidasa berada di kabupaten Karangasem, Bali. Jika kamu menyukai petualangan, destinasi ini bisa menjadi salah satu pilihan yang seru. Sebab, akses menuju ke sana cukup menantang. Selain jalannya yang bebatuan dan penuh kerikil, kamu sepertinya akan kesulitan menemukan petunjuk jalan. Namun sesampainya di lokasi, kamu pasti akan takjub dan ingin mengabadikan momen serta pemandangan di sana, yang Instagrammable.

Desa Temukus, Bali

Ada satu lagi destinasi wisata anti-mainstream di Bali, yaitu Desa Temukus. Desa ini istimewa, karena kamu bisa melihat banyak bunga marigold, atau yang dikenal sebagai bunga gumitir oleh penduduk setempat. Bunga berwarna jingga ini memang digunakan pada berbagai ritual keagamaan di Pulau Dewata. Selain marigold, warga Desa Temukus juga menanam bunga edelweiss.

Desa Temukus berada di Bali sebelah timur, berdekatan dengan pura suci. Tempatnya sangat tenang. Untuk bisa mengunjungi ladang bunga di sana, kamu sebaiknya meminta izin penduduk setempat. Akan lebih baik jika kamu memang punya kenalan yang tinggal di dekat sana, untuk menemanimu. Sebab, kamu harus menempuh perjalanan dengan sepeda motor sejauh dua kilometer dari Pura Besakih, untuk mencapai Desa Temukus.

Pulau Tunda, Kepulauan Seribu

Tak jauh dari ibukota, ada Pulau Tunda di Kepulauan Seribu. Dibandingkan empat destinasi wisata anti-mainstream di atas, akses menuju Pulau Tunda relatif mudah. Kamu bisa menuju Pelabuhan Karangantu, Serang, Banten lewat tol Jakarta-Merak. Di Pelabuhan Karangantu, kamu akan menjumpai kapal nelayan yang menawarkan jasa untuk mengantar wisatawan ke Pulau Tunda.

Di sana, kamu bisa homestay dengan penduduk setempat. Selain menyediakan tempat tinggal, penduduk di sana juga menyewakan peralatan snorkeling, lho! Pulau Tunda memang memiliki banyak spot untuk snorkeling. Terutama di bagian barat dan timur. Kamu disarankan untuk mengunjungi Pulau Tunda saat kemarau, yaitu sepanjang Mei hingga November. Jadi, ini waktu yang tepat untuk ke sana!

Dari kelima destinasi anti-mainstream tersebut, mana yang akan kamu kunjungi pertama kali? Setelah menyiapkan itinerary, jangan lupa bekali diri dengan asuransi perjalanan. Untuk membeli travel insurance sesuai kebutuhanmu, beli online saja di AXA myPage. Ada AXA TravelDomestik yang melindungimu dari risiko penundaan perjalanan, kehilangan barang pribadi, termasuk uang, hingga hangusnya uang muka dan pembatalan perjalanan.

Sumber:
jakmall.com
detik.com
kompas.com
kintamani.id
okezone.com

Layanan LiveChat kami sedang penuh, silakan menghubungi 1 500 733 (24 Jam) untuk sementara waktu.

Layanan LiveChat kami sedang penuh, silakan menghubungi 1 500 733 (24 Jam) untuk sementara waktu.

Chat With Us Chat With Us