4 Cara Melindungi datamu dalam Transaksi Online

Kemudahan transaksi yang ada saat ini, tentu memudahkanmu dalam belanja online. Kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhanmu, mulai dari membeli pakaian, makanan, tiket pesawat dan kereta, pulsa, hingga membayar bermacam-macam tagihan dan asuransi. Nah, yang perlu diingat, sebelum melakukan transaksi secara online, kamu pasti membagikan data yang tidak sedikit.

Seringkali data yang dibutuhkan tak hanya sekedar nama dan alamat, tapi juga data finansial yang bersifat pribadi seperti nomor rekening bank dan kode card verification value (CVV) pada kartu kredit.

Penyalahgunaan data finansial tersebut dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu, penting lho, untuk mengamankan data-datamu tadi. Nah, agar datamu aman setelah belanja online, lakukan langkah-langkah berikut ini.

Pilih Search Engine Alternatif

Kamu mungkin telah terbiasa memakai Google sebagai mesin pencari atau search engine. Tahukah kamu, Google bisa memantau keyword yang biasa kamu masukkan saat beraktivitas dengan perangkat mobile, termasuk smartphone. Untuk mengantisipasi kebocoran data, kamu bisa mencoba search engine alternatif. Ada Privatele, Disconnect Search, Yippy, WolframAlpha, Startpage, Hulbee, DuckDuckGo, Lukol, dan GIBIRU.

Waspadai Iklan

Tak sedikit aplikasi yang terpasang pada ponselmu menampilkan berbagai iklan. Sebaiknya, kamu cermati setiap penawaran yang muncul. Sebab biasanya, iklan-iklan tersebut akhirnya menampilkan formulir yang meminta datamu. Bagaimana jika akhirnya datamu dibagikan kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuanmu? Tak berhenti sampai di situ. Iklan-iklan tersebut juga bisa merekam aktivitasmu yang lain, bahkan klik demi klik yang kamu lakukan.

Hapus Cookies

Apa sih yang dimaksud dengan cookies? Cookies merupakan kumpulan tulisan yang tersimpan pada website yang pernah kamu kunjungi. Cookies menyimpan setiap preferensimu, termasuk bahasa yang kamu pilih dan lokasimu. Cookies juga menyimpan username dan kata sandi yang kamu gunakan. Cookies ini juga ada pada situs-situs e-commerce, yang biasa kamu gunakan untuk belanja online.

Jadi, kamu sebaiknya menghapus cookies di perangkatmu. Pada smartphone, kamu bisa pilih "Hapus" atau "Clear" pada fitur "History". Kamu bisa melakukan langkah serupa jika menggunakan laptop atau personal computer (PC). Kamu pun bisa memilih private browsing maupun incognito mode pada browser. Dengan cara ini, Chrome akan menghapus setiap data pada riwayat penjelajahan.

Pilih HTTPS untuk URL

Langkah lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan memilih HTTPS saat mengakses berbagai website. Apa sih bedanya HTTPS dari HTTPS? HTTPS ternyata menjamin keamanan suatu website, sedangkan HTTP memperlihatkan bahwa situs yang kamu kunjungi, sebenarnya tidak aman. Jadi, sebelum kamu mengunjungi suatu website untuk belanja online atau melakukan transaksi apa pun, cek dulu uniform resource locator (URL) alias alamat website.

Termasuk saat membeli asuransi, untuk memilih dan melakukan transaksi bagi kebutuhan asuransimu pastikan kamu melakukannya di portal online dari perusahaan terpercaya seperi AXA. Untuk lebih mudah jangan lupa beli Online di AXA myPage. Di sana kamu bisa melihat, website AXA myPage menggunakan HTTPS, yang menjamin keamanannya. Jadi, semua data kamu di sana dipastikan tidak akan bocor dan disalahgunakan.

Sumber:
mastel.id
hackernoon.com
liputan6.com

Layanan LiveChat kami sedang penuh, silakan menghubungi 1 500 733 (24 Jam) untuk sementara waktu.

Layanan LiveChat kami sedang penuh, silakan menghubungi 1 500 733 (24 Jam) untuk sementara waktu.

Chat With Us Chat With Us